Kritik Pedas Tuchel terhadap Standar Wasit Piala Dunia
Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, meluapkan kekesalannya terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Piala Dunia. Ia menyebut standar wasit tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan setelah timnya menang dramatis 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, Minggu malam. Tuchel kritik wasit Piala Dunia dengan keras, menegaskan bahwa wasit di turnamen ini belum layak untuk level pertandingan setinggi ini.
Menurut Tuchel, para pemain tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di lapangan. Keputusan wasit terasa acak dan tidak bisa diprediksi. Ia memperingatkan bahwa tim-tim besar bisa tersingkir hanya karena keputusan wasit yang buruk. “Ini tidak cukup baik. Wasit bisa mengusir tim mana pun kapan saja. Ini tidak konsisten, tidak bisa diandalkan,” ujar Tuchel dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kartu Merah Quansah dan Kontroversi VAR
Kemarahan Tuchel dipicu oleh kartu merah yang diterima Jarell Quansah. Bek muda Inggris itu diusir setelah tekel keras terhadap Jesús Gallardo. Keputusan itu diambil setelah wasit meninjau ulang insiden melalui Video Assistant Referee (VAR). Tuchel menganggap keputusan tersebut terlalu berlebihan dan merugikan timnya yang akhirnya bermain dengan 10 orang.
“Di kehidupan nyata, ada alur permainan dan cara wasit memimpin. Beberapa wasit tidak mengizinkan banyak kontak, yang lain membiarkan pertandingan emosional berjalan. Tapi Anda tidak bisa melihat gambar diam lalu langsung menyimpulkan ‘ada kaki di antara, ini penalti’. Ayo lah,” tambah Tuchel. Ia juga menyoroti bahwa pelanggaran yang sama tidak diberi hadiah penalti di momen lain, lalu tiba-tiba berujung kartu merah.
Peluang Banding untuk Quansah
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas kartu merah Quansah. Mereka berencana mengacu pada preseden FIFA yang sebelumnya membatalkan larangan satu pertandingan bagi striker AS Folarin Balogun setelah kartu merahnya melawan Bosnia-Herzegovina. Perancis juga sudah meminta agar kartu kuning Michael Olise dibatalkan. Jika banding diterima, Quansah bisa tampil di perempat final melawan Norwegia di Miami.
Tekanan VAR dan Dampak pada Tim
Tuchel juga kecewa dengan bagaimana VAR digunakan. Menurutnya, wasit terlalu mudah mengubah keputusan besar berdasarkan ulang tayang yang bisa menyesatkan. “Kami sudah memberikan segalanya, lalu keputusan dibalikkan dengan cara yang sangat dipertanyakan. Ini bukan hanya soal keputusan besar, tapi juga konsistensi dalam keputusan kecil,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa di Piala Dunia ini, tim-tim yang dianggap underdog seperti Republik Demokratik Kongo dan Cape Verde bermain di level sangat tinggi. “Anda butuh wasit level tertinggi untuk pertandingan level tinggi. Permainan sudah berubah drastis, tapi wasit tidak mengikuti. Ini tidak adil bagi pemain dan pertandingan,” tegas Tuchel.
Keyakinan Inggris Melaju Jauh setelah Kemenangan Dramatis
Di tengah kontroversi, Tuchel tetap optimistis timnya bisa melaju jauh. Kemenangan di markas tangguh Meksiko, yang terkenal dengan rekor bagus di Azteca, menjadi suntikan moral. “Ini menambah keyakinan bahwa kami layak bertahan di turnamen ini. Kami berada di fase 32 besar dan 16 besar, di mana Anda hanya perlu menemukan cara untuk terus hidup. Mulai perempat final, semua tim punya peluang juara,” ujarnya.
Tuchel menegaskan timnya akan tetap fokus dengan motto langkah demi langkah. Kemenangan dramatis melawan Meksiko, menurutnya, hanya bisa diraih dengan keyakinan, dan hasil itu akan memperkuat kepercayaan diri Inggris menjelang laga-laga selanjutnya.
Cedera Henderson dan Persiapan Hadapi Norwegia
Satu kabar buruk bagi Inggris adalah cedera yang dialami Jordan Henderson. Gelandang Brentford itu mengalami patah pergelangan tangan saat tergelincir ketika melompati papan reklame dalam selebrasi kemenangan. Henderson harus menjalani operasi dan tidak bisa melanjutkan turnamen. Ia menghabiskan malam di rumah sakit bersama staf medis tim.
Meski kehilangan Henderson, Tuchel tetap percaya diri menghadapi perempat final melawan Norwegia. Ia menekankan pentingnya kebersamaan tim dan kemampuan beradaptasi. Dengan keyakinan yang membara usai menaklukkan Meksiko, Inggris siap melangkah lebih jauh di Piala Dunia ini.