Tim wanita Manchester City disebut tetap menjalani aktivitas seperti biasa di tengah badai sanksi yang menimpa klub. Manajer Andree Jeglertz menegaskan semuanya berjalan normal, meski ia menolak berkomentar soal kemungkinan dampak pelanggaran keuangan terhadap skuad yang ia tangani.
Pernyataan itu menjadi perhatian karena tim wanita Manchester City adalah perwakilan pertama klub yang menghadapi media setelah Premier League memastikan sejumlah pelanggaran aturan finansial. Jeglertz dan bek Jade Rose tampil dalam konferensi pers untuk mempratinjau laga Liga Champions Wanita melawan Real Madrid, namun sebagian besar pertanyaan justru mengarah ke persoalan di luar lapangan.

Jeglertz Sebut Situasi Berjalan Normal
Dalam sesi jumpa pers tersebut, Jeglertz mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada jaminan bahwa tim wanita tidak akan terdampak oleh sanksi yang dijatuhkan kepada klub. Ia memilih untuk tidak memperdalam pembahasan itu dan menyatakan bahwa timnya hanya berfokus pada pekerjaan sehari-hari.
Ketika ditanya soal kemungkinan pengaruh terhadap tim wanita, ia menjawab singkat bahwa ia tidak ingin berkomentar lebih jauh. Secara keseluruhan ada tujuh pertanyaan yang dilontarkan kepadanya terkait sanksi tersebut, sebelum petugas media klub meminta awak media mengalihkan topik pembicaraan.
Jeglertz sendiri baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas lalu. Ia menegaskan bahwa rutinitas latihan dan persiapan pertandingan tidak mengalami perubahan apa pun sejak kabar sanksi mencuat ke publik.
Kronologi: Pelanggaran Aturan Finansial Premier League
Premier League menyatakan Manchester City terbukti bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran aturan finansial kompetisi tersebut. Pelanggaran itu terjadi pada rentang musim 2009-10 hingga 2017-18, atau periode yang cukup panjang dalam sejarah klub modern.
Dalam pernyataannya, Premier League menyebut klub menyusun “kontrak palsu” dengan sejumlah mitra komersial. Skema itu disebut sebagai cara untuk menyamarkan pendanaan rahasia senilai lebih dari 830 juta poundsterling.
Meski demikian, Manchester City tetap membantah melakukan kesalahan apa pun. Klub memiliki waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.
Dampak bagi Tim Wanita Manchester City
Sampai saat ini belum jelas seberapa besar pengaruh sanksi tersebut terhadap tim wanita Manchester City. BBC Sport memahami bahwa tidak ada investigasi aktif yang dijalankan oleh WSL Football terkait persoalan ini, sehingga belum ada proses hukum olahraga yang menyasar tim wanita secara langsung.
Perlu dicatat bahwa pelanggaran yang dijatuhkan merupakan pelanggaran aturan Premier League, bukan regulasi finansial WSL. Aturan yang dilanggar itu berlaku pada masa ketika liga wanita masih berada di bawah naungan asosiasi sepak bola Inggris, FA, sehingga kerangka pengawasannya berbeda dengan kondisi saat ini.
Sejauh ini juga tidak ada indikasi bahwa klub-klub pesaing di WSL menyampaikan kekhawatiran atas sanksi tersebut. Tidak ada pula pihak yang menilai bahwa situasi ini justru menguntungkan perkembangan tim wanita Manchester City.
Pemain Ikut Menegaskan Fokus pada Sepak Bola
Bek Manchester City, Jade Rose, mengungkapkan bahwa para pemain menerima informasi yang sama dengan yang diketahui publik. Ia enggan membahas lebih jauh soal sanksi dan menegaskan bahwa timnya hanya ingin berbicara tentang sepak bola.
Rose menyatakan bahwa fokus utama para pemain saat ini adalah pertandingan yang harus dijalani, bukan dinamika di luar lapangan. Sikap itu sejalan dengan suasana sesi latihan terbuka yang digelar Rabu pagi, di mana tidak terlihat perubahan pada rutinitas maupun perilaku para pemain.
Direktur sepak bola wanita Manchester City, Therese Sjogran, juga hadir dalam sesi latihan tersebut seperti biasanya. Kehadiran sejumlah media tambahan di konferensi pers Jeglertz dan Rose menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap situasi klub saat ini.
Dukungan untuk Klub dan Persiapan Melawan Real Madrid
Jeglertz juga menanggapi pernyataan mantan manajer tim pria, Pep Guardiola, di media sosial yang menyuarakan dukungan untuk klub. Ketika ditanya apakah ia berdiri di sisi klub, ia menjawab dengan tegas bahwa ia memang bekerja untuk klub tersebut dan itulah pihak yang mempekerjakannya.
Manajer asal Swedia itu mengaku tidak merasa lebih sulit mempersiapkan tim untuk pertandingan hari Kamis meski situasi di sekitar klub sedang ramai dibicarakan. Menurutnya, tim tetap berlatih seperti biasa dan melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk memengaruhi jalannya pertandingan.
Ia menambahkan bahwa informasi yang beredar di internal kelompoknya adalah hal yang sama dengan yang disampaikan klub, dan saat ini tidak ada hal lain yang perlu dibahas. Jeglertz juga mengaku tidak merasa frustrasi dengan sorotan media yang negatif, terutama karena Manchester City tengah menikmati awal musim yang kuat di WSL.
Sebagai juara bertahan, Manchester City memuncaki klasemen dengan 12 poin dari empat pertandingan pertama. Mereka akan menghadapi Real Madrid pada Kamis pukul 20.00 waktu setempat dalam laga kedua fase liga Liga Champions Wanita, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Bayern Munich pada laga pembuka.
Kesimpulan
Tim wanita Manchester City memilih bersikap tenang dan menyerahkan urusan sanksi kepada pihak klub, sementara Jeglertz menegaskan bahwa persiapan pertandingan tidak terganggu. Klub masih membantah seluruh tuduhan dan memiliki waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding.
Yang masih menjadi tanda tanya adalah seberapa jauh dampak pelanggaran aturan Premier League ini terhadap tim wanita, mengingat regulasi yang dilanggar berbeda dengan aturan WSL dan tidak ada investigasi aktif dari pihak liga wanita. Untuk sementara, seluruh perhatian tim dialihkan ke laga melawan Real Madrid dan upaya mempertahankan posisi di puncak klasemen.