Susunan pemain skuad baru Skotlandia asuhan Sebastien Pocognoli akhirnya akan terlihat bentuknya pada Sabtu, 26 September, ketika The Tartan Army mendampingi tim kesayangan mereka menghadapi Slovenia di Stadion Stozice, Ljubljana, pada laga pembuka Nations League. Kick-off dijadwalkan pukul 14.00 BST, dan para pemain akan menyusul suporter ke ibu kota Slovenia itu setelah terbang dari La Manga, Spanyol, pada Jumat.
Perubahan besar di skuad ini bukan tanpa alasan. Pocognoli membawa 27 pemain ke pemusatan latihan di Spanyol, delapan di antaranya belum pernah tampil untuk tim senior, sebelum akhirnya melepas Findlay Curtis dan James Wilson ke tim U-21. Langkah itu langsung menuai pujian awal dari pendukung yang selama ini menginginkan penyegaran. Namun pertanyaan besarnya sederhana: apakah starting XI yang diumumkan lewat kanal media sosial tim nasional nanti benar-benar mencerminkan perubahan sebesar itu?

Delapan Pemain Tanpa Caps di Skuad Baru Skotlandia
Menambah delapan pemain tanpa caps ke dalam skuad adalah satu hal, tetapi menurunkan mereka sejak menit pertama adalah hal yang sama sekali berbeda. Mantan winger Skotlandia, Pat Nevin, menilai akan “agak aneh” jika lebih dari dua pemain tanpa caps langsung menjadi starter. Pandangan itu menunjukkan bahwa penyegaran skuad lebih mungkin diwujudkan sebagai pelapis dan opsi jangka panjang, bukan sebagai rombakan total di laga pertama.
Senada dengan Nevin, mantan penyerang internasional Skotlandia James McFadden yakin tim akan tampil “cukup mirip” seperti sebelumnya, tanpa “kejutan besar”. Artinya, para pemain berpengalaman tetap menjadi tulang punggung, sementara pemain baru diberi ruang untuk beradaptasi perlahan. Kombinasi ini lazim dipakai pelatih anyar yang ingin menjaga stabilitas hasil sekaligus memberi sinyal regenerasi.
Di sisi lain, keberadaan nama-nama segar tetap punya arti penting. Para pemain lama kini tahu posisi mereka tidak lagi otomatis aman, sementara pemain baru mendapat gambaran jelas bahwa jalur menuju tim utama benar-benar terbuka. Efeknya bisa terasa bukan hanya pada satu pertandingan, tetapi pada atmosfer kompetisi internal skuad sepanjang musim.
Dugaan Formasi Tiga Bek dan Peran Aaron Hickey
Melihat rekam jejak Pocognoli di masa lalu, banyak pihak menduga ia akan memakai tiga bek di lini pertahanan. Masuknya Stephen Welsh, Luke Graham, dan Luis Binks yang semuanya baru di lingkungan tim nasional Skotlandia bisa jadi bocoran soal arah jangka panjang. Namun untuk saat ini, trio yang lebih teruji tampaknya masih menjadi pilihan utama.
Jack Hendry dan Scott McKenna disebut paling difavoritkan, meski McKenna kini punya pesaing berkarakter kaki kiri dalam diri Graham dan Binks. Pertanyaannya kemudian bergeser ke posisi bek tengah kanan. Di sinilah muncul gagasan menarik untuk memindahkan Aaron Hickey, bek kanan Brentford, ke jantung pertahanan.
McFadden menilai langkah itu bisa membuat tim lebih progresif. “Saya berharap bek tengah bukan pemain yang paling banyak memegang bola,” ujarnya dalam Scottish Football Podcast BBC. Ia menegaskan tidak ingin melihat umpan bolak-balik antar bek tengah, dan yakin Hickey sebagai bek tengah kanan akan mendorong permainan ke depan serta berani masuk ke area lawan. Menurutnya, bek yang hanya diam di posisi aman dan bermain di belakang terasa membosankan.
Lini Tengah: Gilmour, Ferguson, dan Posisi Ideal McGinn
Billy Gilmour adalah sosok yang jarang membosankan bagi Skotlandia. Kehadirannya sempat hilang di Piala Dunia, tetapi setelah menutup kiprahnya di Serie A akhir pekan lalu dengan sebuah gol untuk Napoli, ia kembali dalam kondisi siap. Nevin bahkan berkelakar akan segera meninggalkan Stadion Stozice jika Gilmour tidak menjadi starter, dan ia yakin gelandang itu akan berdampingan dengan Lewis Ferguson.
Ferguson, kapten Bologna, disebut McFadden sebagai “salah satu, kalau bukan yang terbaik, pemain kita di Piala Dunia”. Dengan posisinya, ia diprediksi akan dengan mudah menemukan kapten tim Andy Robertson di sisi kiri sebagai wing-back. McFadden menilai tidak ada kebutuhan untuk mengubah lini tengah hanya demi perubahan itu sendiri, meski ia mengakui penyegaran memang diperlukan dan menantikan apakah pendekatan tim jadi lebih agresif dalam pressing serta lebih dominan dalam penguasaan bola.
Kunci dari semua itu adalah John McGinn. Skotlandia beberapa kali kesulitan menempatkan kapten Aston Villa tersebut di posisi terbaiknya di lini tengah, meski ia nyaris selalu tampil baik. Dengan Scott McTominay absen karena masih dalam masa pemulihan setelah operasi jantung minor yang berjalan sukses, Nevin menyarankan McGinn digeser lebih ke depan untuk memanfaatkan ledakan serangannya di sepertiga akhir lapangan.
McBurnie Kembali dengan Sesuatu untuk Dibuktikan
Nama-nama yang disebut sejauh ini masih familiar, termasuk winger Bournemouth Ben Gannon-Doak yang beroperasi di sisi kanan bergantung pada posisi Hickey. Namun di lini depan, Skotlandia dipastikan memakai sosok yang terasa baru. Favorit untuk memimpin serangan adalah Oli McBurnie, yang sudah mengoleksi 16 caps.
Masa absennya dari sepak bola internasional membuat McBurnie terasa seperti pemain tambahan baru, begitu pula kata-katanya tentang keinginan tampil pada kembalinya yang telah lama dinanti. “Dia kembali dengan sesuatu untuk dibuktikan, dan saya menyukainya,” kata McFadden. Ia menambahkan McBurnie akan memberikan segalanya, merasa beruntung mendapat kesempatan bermain lagi, dan kehadirannya menghadirkan kesegaran setelah beberapa tahun terakhir Skotlandia terbiasa dengan Che Adams, Lyndon Dykes, dan Lawrence Shankland.
Dari situ tersisa satu slot yang masih terbuka, yaitu di sisi kiri trisula depan. Ryan Christie dari Bournemouth sudah akrab dengan tanggung jawab tersebut, sehingga ia menjadi kandidat kuat untuk melengkapi lini serang. Perebutan tempat ini sekaligus menegaskan bahwa persaingan di sektor depan tidak lagi berputar pada tiga nama yang sama seperti musim-musim sebelumnya.
Apa Artinya bagi Skotlandia dan Langkah Berikutnya
Laga melawan Slovenia menjadi ujian pertama bagi gagasan Pocognoli. Jika ia benar-benar memakai tiga bek dengan Hickey dimainkan lebih ke tengah, itu akan menjadi sinyal bahwa ia ingin membangun permainan dari belakang secara lebih agresif. Sebaliknya, jika ia memilih komposisi yang nyaris sama dengan era sebelumnya, kesimpulan yang muncul adalah penyegaran sengaja dilakukan bertahap demi menjaga keseimbangan tim.
Untuk para pemain baru, pertandingan ini berfungsi sebagai langkah awal memahami standar yang diminta, sekaligus kesempatan menunjukkan bahwa mereka layak dipertimbangkan pada laga-laga berikutnya di Nations League. Bagi pemain senior, kehadiran mereka tetap menjadi jangkar agar transisi tidak berjalan liar. Kedua kepentingan itu harus dijalankan bersamaan dalam satu pertandingan yang tidak memberi banyak ruang untuk eksperimen gagal.
Yang jelas, arah skuad sudah terlihat: Skotlandia ingin lebih seimbang antara pengalaman dan kebaruan, dengan beberapa pos kunci masih dipegang nama mapan. Bagaimana Pocognoli menerjemahkan itu menjadi susunan pemain akan menjawab rasa penasaran The Tartan Army yang sudah memenuhi Ljubljana jauh sebelum pertandingan dimulai.
Pada akhirnya, skuad baru Skotlandia bukan sekadar soal jumlah pemain tanpa caps yang dibawa atau dua nama yang dilepas ke tim U-21. Ini soal cara Pocognoli menempatkan Gilmour, Ferguson, McGinn, McBurnie, dan bek-beknya dalam satu rencana yang jelas. Laga di Stadion Stozice akan memberi gambaran pertama, dan dari situ publik bisa menilai apakah perubahan yang dijanjikan benar-benar terjadi atau hanya berhenti di daftar nama.