James Penrice Bersinar, Rangers Ingin Permanenkan Status

James Penrice menjadi salah satu nama yang paling menonjol dalam periode positif Rangers belakangan ini, dan performanya membuat manajer Derek McInnes ingin mempertahankannya secara permanen. Bek kiri berusia 27 tahun itu baru dipinjam dari AEK Athens, tetapi dampaknya terasa cepat melalui gol, assist, dan kontribusi dalam rentetan hasil baik. Pemanggilan pertama ke tim nasional Skotlandia menambah alasan mengapa status pinjamannya kini menjadi pembicaraan penting.

Status Penrice sebagai pemain pinjaman membuat situasinya lebih rumit daripada sekadar memilih pemain inti. Kesepakatan dengan Rangers memuat opsi pembelian, sehingga McInnes terbuka soal keinginan mempermanenkan bek kiri tersebut. Namun, karena Penrice tampil impresif, laporan dari Athena menyebut AEK Athens mungkin ingin meninjau ulang syarat-syarat kesepakatan. Di sisi lain, Rangers sedang menikmati momentum menjelang final Piala Liga pada Desember.

James Penrice

Performa James Penrice dan Dampaknya bagi Rangers

Penrice langsung tancap gas sejak tiba di Ibrox. Sehari setelah resmi dipinjam dari AEK Athens, pada penampilan pertamanya musim ini, ia tampil sebagai pemain terbaik dengan mencetak gol dan memberi assist dalam kemenangan 5-1 atas St Mirren. Penampilan itu bukan sekadar kebetulan karena ia terus menjaga level permainannya dalam beberapa pekan berikutnya.

Kemenangan atas St Mirren menjadi kemenangan pertama Rangers pada musim ini setelah tersingkir dari Liga Europa dan hanya mengumpulkan satu poin dari dua laga awal Liga Primer Skotlandia. Sejak itu, pasukan McInnes belum kalah dalam pertandingan domestik, dan rentetan tersebut mencapai 12 laga pada Sabtu. Dalam laga itu, Penrice ikut membantu satu-satunya gol Rangers ke gawang Aberdeen di Hampden.

Tendangan rendah Penrice diselesaikan oleh Ryan Naderi untuk membawa Rangers ke final Piala Liga melawan Hibernian pada Desember. Rangers akan mengejar trofi pertama mereka sejak 2023, sementara Penrice berpeluang menambah koleksi medali yang tergolong tak biasa. Sepanjang kariernya, ia pernah meraih medali Scottish League One dan Greek Super League.

Jalur Karier Penrice Sebelum Bersinar di Ibrox

AEK Athens membayar £2 juta untuk mendatangkan Penrice pada Juli 2025 setelah satu tahun menonjol bersama Heart of Midlothian. Sebelum itu, ia dikenal sebagai bek yang pernah memperkuat Partick Thistle dan Livingston. Perjalanan kariernya tidak selalu berada di jalur cepat, tetapi penampilan bersama Hearts membuka pintu ke klub Yunani tersebut.

Di Yunani, Penrice tampil 32 kali untuk AEK Athens, tim yang musim itu meraih gelar nasional ke-14 mereka. Enam belas di antaranya ia mulai sebagai pemain inti, karena ia bergantian dengan bek kiri tim nasional Albania, Stavros Pilios. Angka itu menunjukkan ia bukan pilihan utama mutlak, tetapi tetap memberi kontribusi dalam skuad juara.

Kesepakatan pinjaman ke Rangers memuat opsi pembelian, dan laporan dari Athena menyebut AEK ingin menegosiasikan ulang karena dampak yang dibuat Penrice. Laporan lain menyebut biaya yang disepakati pada musim panas mencapai total £1,2 juta, angka yang terlihat seperti harga murah. Jika Penrice terus tampil konsisten, nilai kesepakatan itu bisa menjadi sorotan dalam pembahasan transfer berikutnya.

Mengapa Derek McInnes Ingin Mempermanenkan Penrice

McInnes tidak menyembunyikan keinginannya untuk mempertahankan Penrice lebih lama. “Saya sudah menyampaikan perasaan saya soal ini,” kata McInnes. “Idealnya, kami ingin melakukannya secara permanen, tetapi jalan terbaik saat itu adalah pinjaman.”

Ia menambahkan bahwa semua pihak memahami apa yang dibutuhkan untuk menjadikan kesepakatan itu permanen. Menurut McInnes, ada banyak niat baik dari semua pihak dan hal itu menjadi sesuatu yang ingin diwujudkan. Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa Rangers tidak sekadar memanfaatkan pemain pinjaman, tetapi ingin membangun proyek jangka panjang.

Kepercayaan McInnes bukan tanpa alasan karena Penrice memberi kualitas dan energi sejak menit pertama. Penggemar Rangers disebut cepat menyukainya karena cara bermain dan keinginan besarnya untuk menang. McInnes menilai Penrice sebagai pemain yang dipercaya oleh pelatih dan pendukung, sehingga mempermanenkannya masuk akal jika syarat transfer bisa disepakati.

Fleksibilitas Penrice Menambah Nilai di Mata McInnes

McInnes sempat membuat kejutan saat menghadapi Celtic di Piala Liga dengan menempatkan Penrice di lini tengah. Taktik itu berhasil karena Rangers menang 3-0 di Ibrox. Penrice meredam ancaman Benjamin Nygren dan bergerak melebar dalam transisi dengan efek besar ketika tim tamu kewalahan.

Starting XI yang sama kemudian meraih kemenangan 1-0 di Celtic Park sepekan berselang. McInnes menyebut apa yang dilakukan Penrice sejak menit pertama adalah bermain dengan antusiasme luar biasa. “Dia membawa kualitas dan energi. Para penggemar menyukainya karena cara dia tampil dan besarnya keinginan untuk menang,” ujarnya.

McInnes menegaskan bahwa Penrice adalah pemain yang ia percaya dan juga dipercaya para pendukung. Karena itu, ia berharap Rangers bisa menjadikan status Penrice sebagai proyek jangka panjang. Fleksibilitas untuk bermain sebagai bek kiri atau di lini tengah membuat nilai Penrice semakin besar bagi skuad.

Pemanggilan Skotlandia dan Persaingan di Sisi Kiri

Penrice masuk skuad Skotlandia untuk dua laga Nations League bulan ini melawan Makedonia Utara dan Swiss. Setelah namanya dipanggil, ia berbicara tentang kebanggaan dan “perasaan aneh” kepada RangersTV. “Saya tidak pernah berpikir, saat menjalani bagian awal karier saya, bahwa saya akan dipanggil,” katanya.

McInnes menyambut gembira pengakuan tersebut dan menegaskan bahwa pemanggilan itu bukan kejutan besar mengingat performa Penrice saat ini. Pelatih kepala Skotlandia, Sebastien Pocognoli, disebut menggemakan pandangan itu dan menilai pemilihan Penrice sebagai hal yang logis. Pujian tersebut menegaskan bahwa kontribusinya di Rangers dilihat sebagai perkembangan yang serius.

Persaingan di sisi kiri pertahanan Skotlandia tetap ketat. Kapten Andy Robertson akan melewati rekor 102 caps Sir Kenny Dalglish jika bermain di kedua laga, sementara Kieran Tierney sudah mengoleksi 58 caps dan Josh Doig sedang menjalani musim keempat di Serie A. McInnes berharap Penrice bisa mendapat kesempatan bermain dan pulang dengan beberapa caps.

Implikasi bagi Rangers, AEK Athens, dan Pasar Transfer

Bagi Rangers, Penrice memberi solusi langsung di sisi kiri sekaligus menambah pilihan di lini tengah. Kontribusinya membantu tim menjaga rentetan tak terkalahkan di domestik dan mencapai final Piala Liga melawan Hibernian. Jika opsi pembelian dapat dieksekusi, Rangers tidak perlu mencari pengganti lagi pada jendela transfer berikutnya.

Bagi AEK Athens, lonjakan performa Penrice bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka memiliki pemain yang nilainya naik setelah tampil di Skotlandia; di sisi lain, laporan menyebut mereka ingin menegosiasikan ulang syarat kesepakatan. Angka £1,2 juta yang disebut dalam laporan lain pun tampak rendah untuk pemain yang kini masuk radar tim nasional.

Bagi Penrice sendiri, pemanggilan ke Skotlandia dan peluang tampil di final menjadi bukti bahwa jalan karier yang tidak selalu mulus bisa berbuah. McInnes menyebut hal yang paling menonjol dari Penrice adalah rasa lapar, baik saat bermain maupun berlatih. “Begitu Anda terlalu nyaman, bagi saya Anda menjadi lengah,” kata McInnes, seraya menegaskan bahwa Penrice ingin mapan di Rangers.

Perjalanan James Penrice di Rangers sejauh ini berjalan hampir ideal: ia datang sebagai pemain pinjaman, langsung menjadi pemain penting, lalu mendapat panggilan tim nasional. Rentetan hasil baik Rangers dan kontribusinya di final Piala Liga membuat status permanennya semakin masuk akal untuk dibahas. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan antara Rangers dan AEK Athens.

Jika negosiasi berjalan lancar, Rangers bisa mengunci bek kiri yang fleksibel dan lapar prestasi, sementara Penrice mendapat tempat untuk melanjutkan perkembangan kariernya. Jika tidak, performanya justru bisa menaikkan nilai tawar AEK Athens dalam pembicaraan berikutnya. Apa pun hasilnya, kisah Penrice menjadi contoh bagaimana peluang pinjaman bisa berubah menjadi titik balik karier.