Tragedi Maddy Cusack: Ibu Ungkap Ketakutan Pemain Wanita Melapor

Ibu dari pesepakbola wanita Maddy Cusack, Deborah Cusack, menyampaikan kesaksian mengharukan dalam sidang inquest di Chesterfield. Ia mengungkapkan bahwa masih sangat sulit bagi pemain wanita untuk melaporkan keluhan atau masalah, karena takut terkena sanksi atau dicap sebagai pembuat onar. Menurutnya, putrinya masih akan hidup seandainya Jonathan Morgan tidak ditunjuk sebagai manajer Sheffield United.

“Maddy merasa tidak bisa bicara dengan pihak klub. Ini benar-benar harus berubah,” ujar Deborah di hadapan pengadilan. Maddy Cusack ditemukan tewas di rumah keluarga di Derbyshire pada 20 September 2023.

Maddy Cusack

Kesaksian Ibu: Maddy Takut Melapor karena Khawatir Diblacklist

Deborah Cusack mengatakan bahwa Morgan membuat putrinya merasa harus meninggalkan sepak bola. Sebelum Morgan diangkat sebagai manajer pada Februari 2023, Maddy tidak pernah mengalami masalah kesehatan mental. “Dia adalah jiwa bahagia dengan senyuman indah, putri yang ceria, dan jantung keluarga kami,” kenang Deborah.

Meskipun demikian, Deborah menegaskan bahwa ia tidak sepenuhnya menyalahkan Morgan atas kematian Maddy. Namun, ia menambahkan, “Kamu membuatnya merasa seperti yang ia rasakan. Pukulan kecil bertubi-tubi. Kamu merendahkannya. Jika kamu tidak dipekerjakan, putriku akan ada di sini hari ini.”

Tuduhan terhadap Jonathan Morgan: Panggilan “Bottom-Heavy” dan Penghinaan Lain

Dalam persidangan, Deborah juga mengungkap bahwa Morgan pernah memanggil Maddy dengan sebutan “bottom-heavy” — yang menurut Morgan hanya merujuk pada otot dan program kekuatan. Namun Deborah menyebut hal itu sangat mempermalukan putrinya. Selain itu, saat Morgan memanggil pacar Maddy, Grace Riglar, sebagai “Mrs. Cusack” di depan tim, Maddy merasa “dipermalukan luar biasa.”

Dengan nada marah, Deborah balik menantang Morgan, “Siapa kamu yang memberi aturan, sementara kamu sendiri menjalin hubungan dengan pemain lain?”

Kritik terhadap PFA dan FA: Saluran Pelaporan Tak Efektif

Deborah juga melontarkan kritik tajam kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Ia mengatakan PFA sama sekali tidak menghubungi Maddy meskipun ia adalah anggota. “Mereka seharusnya memeriksa anggota lain di klub. Mungkin mereka perlu lebih peka terhadap perbedaan sepak bola pria dan wanita.”

Menurutnya, FA memiliki saluran pelaporan rahasia bernama Integrity Phone Line, tapi ia yakin tidak ada pemain wanita yang berani menggunakannya. “Sangat sulit untuk melaporkan keluhan karena merasa akan diblacklist atau dicap troublemaker. Maddy merasa tidak bisa bicara pada hierarki klub. Itu perlu diubah.”

Masalah Besar Data Medis Pemain yang Hilang

Sidang pada hari Kamis juga mengungkap adanya kebocoran data medis berskala besar yang melibatkan sistem pencatatan pemain wanita di beberapa klub. Data rekam medis Maddy Cusack pun dilaporkan hilang. Dokter klub saat itu, Subhashis Basu, mengakui bahwa ia gagal melaporkan kebocoran data tersebut dengan benar.

Basu mengatakan bahwa data medis pemain dalam jumlah besar hilang saat peralihan sistem dari Kitman Labs ke WPS pada musim panas 2023. “Ada masalah sistematis luas dengan sistem rekaman elektronik ini. Saya sudah menghubungi penyedia sistem berkali-kali,” ujarnya di pengadilan. Namun ia mengakui bahwa ia baru melaporkan masalah ini ke klub setelah kematian Maddy, dan tidak memberi tahu Komisioner Informasi. Ia juga tidak menyebutkan kehilangan data tersebut dalam investigasi klub maupun FA.

Dokter Tim Akui Kelalaian dalam Penanganan Data

Koroner menyatakan kekhawatiran bahwa data medis pemain lain mungkin masih belum terlacak. Dr. Basu juga mendapat sorotan tajam karena dinyatakan bahwa dua minggu sebelum kematiannya, Maddy meminta rujukan konselor, namun Basu menyarankan untuk melakukannya “nanti saja.” Basu membantah hal ini dan mengatakan ia menawarkan bantuan melalui Sporting Chance.

Selain itu, sehari setelah Maddy meninggal, Dr. Basu menghubungi keluarga Cusack (atas nama kepala kesehatan otak PFA) untuk meminta izin menggunakan otak Maddy dalam penelitian dampak sundulan bola. Keluarga menolak permintaan tersebut.

Kesimpulan: Perlunya Perubahan Sistem Pelaporan di Sepak Bola Wanita

Kesaksian Deborah Cusack menyoroti dua isu besar: ketakutan pemain wanita untuk melapor karena risiko karier, dan kegagalan sistem manajemen data medis yang berpotensi membahayakan kesehatan pemain. Inquest masih akan berlanjut, termasuk kesaksian Jonathan Morgan yang dijadwalkan pada hari Senin.

Keluarga Maddy berharap kasus ini mendorong perubahan nyata dalam budaya sepak bola wanita, agar pemain lain tidak mengalami nasib serupa.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan, hubungi layanan dukungan krisis setempat. Di Indonesia, Anda dapat menghubungi Hotline Pencegahan Bunuh Diri di 021-725-6526 atau 0821-1230-5175.