HOUSTON, TEXAS - JUNE 12: (EXCLUSIVE COVERAGE) Charles Pickel #18 of DR Congo participates in a drill during a training session ahead of the FIFA World Cup 2026 on June 12, 2026 in Houston, Texas. Maria Lysaker/Getty Images/AFP (Photo by Maria Lysaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

DR Congo Lolos ke 32 Besar Piala Dunia, Tantang Inggris Usai Kalahkan Uzbekistan

Kemenangan Bersejarah DR Congo di Piala Dunia

DR Congo lolos ke 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 di Atlanta. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi skuad asuhan Sébastien Desabre yang kini berhak bertemu Inggris di babak selanjutnya. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Yoane Wissa (dua gol) dan Fiston Mayele, membalikkan keadaan setelah Uzbekistan sempat unggul lebih dulu.

Ini adalah kemenangan perdana DR Congo di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, tim asal Afrika itu belum pernah merasakan kemenangan dalam empat pertandingan pembuka mereka. Kini, langkah mereka di turnamen ini menjadi sorotan karena berhasil menembus fase gugur untuk pertama kalinya.

Piala Dunia

Jalannya Pertandingan: Comebang Dramatis dari DR Congo

Uzbekistan Memulai dengan Gemilang

Laga baru berjalan 10 menit, Uzbekistan sudah unggul melalui Eldor Shomurodov. Striker Istanbul Basaksehir itu melepaskan lob indah ke gawang Lionel Mpasi dari sudut sempit. Sebelumnya, Shomurodov sempat membobol gawang pada detik ke-30 namun dianulir karena offside. Meski begitu, gol tersebut menjadi momentum bagi Uzbekistan yang tampil percaya diri.

Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, sebelumnya menekankan pentingnya kemenangan untuk membangun warisan penampilan pertama mereka di Piala Dunia. Para pemainnya pun tampil agresif sejak awal, menekan pertahanan DR Congo.

Wissa Menyamakan Skor dari Titik Penalti

DR Congo mulai kesulitan membangun serangan. Nathanaël Mbuku sempat mencetak gol indah yang membentur tiang atas, namun dianulir VAR karena pelanggaran ringan pada Sherzod Nasrullaev. Namun, harapan kembali muncul ketika bek Manchester City, Abdukodir Khusanov, melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Yoane Wissa di kotak penalti. Wissa sendiri yang menjadi eksekutor, mengecoh kiper Abduvohid Nematov dengan tenang untuk menyamakan kedudukan 1-1. Gol ini membangkitkan semangat 70.000 penonton yang memadati stadion.

Mayele Membalikkan Keadaan

Dua menit setelah gol penalti, giliran Fiston Mayele yang mencatatkan namanya di papan skor. Umpan tendangan Meschack Elia yang sedikit membelok cukup untuk Mayele menyontek bola melewati Nematov dan menjebol gawang Uzbekistan. Stadion pun bergemuruh, menandai momen bersejarah bagi sepak bola DR Congo.

Wissa Menyegel Kemenangan

Di masa injury time, Wissa kembali menjadi pahlawan. Ia melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang bersarang di sudut jauh gawang. Gol ini melengkapi pesta kemenangan tim nasional DR Congo dan mengukuhkan posisi mereka di puncak grup.

Reaksi Pelatih dan Dampak Bagi Afrika

Pelatih DR Congo, Sébastien Desabre, mengaku langsung bersiap menghadapi Inggris. “Kami akan mulai bekerja segera. Beberapa pemain kami bermain di liga Inggris, itu akan membantu. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan besar ini,” ujarnya. Kemenangan ini juga menjadi bukti kebangkitan sepak bola Afrika di Piala Dunia kali ini.

Sementara itu, Fabio Cannavaro tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Piala Dunia itu kejam. Para pemain sudah memberikan segalanya. Mereka sedih di ruang ganti, mereka menderita lebih dari siapa pun di Uzbekistan,” katanya. Uzbekistan harus tersingkir lebih awal setelah kalah dua kali dalam tiga pertandingan grup.

Performa impresif DR Congo turut menambah daftar sukses tim Afrika di turnamen ini. Dari sepuluh wakil Afrika, hanya Tunisia yang sudah dipastikan gugur. Sementara Aljazair masih berpeluang menyusul delapan tim lain ke babak 32 besar pada laga terakhir pekan ini.

Kesimpulan: Langkah Bersejarah DR Congo Berlanjut

Kemenangan dramatis atas Uzbekistan membawa DR Congo ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Mereka kini akan menghadapi Inggris, lawan berat yang tentu membutuhkan persiapan maksimal. Namun, semangat juang yang ditunjukkan anak asuh Desabre menjadi modal berharga. Dengan dukungan penuh dari para penggemar, DR Congo bisa menjadi kejutan lain di turnamen ini.