Coritiba dukung penggemar MND asal Inggris lewat aksi mengharukan di lapangan: nama Jonny Butcher tampil di bagian depan kaus para pemain. Saat skuad Coritiba berjalan keluar dari terowongan untuk laga melawan Chapecoense pada Sabtu malam, kaus mereka tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih menampilkan sponsor, kaus tim justru dihiasi nama Butcher untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit neuron motorik (MND).
Butcher, pria 29 tahun asal Norwich, didiagnosis mengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS), salah satu bentuk MND, pada Februari lalu. MND adalah penyakit yang belum ada obatnya dan merusak bagian sistem saraf, menghancurkan neuron motorik di otak serta sumsum tulang belakang, sehingga otot melemah, menyusut, dan akhirnya berhenti bekerja. Tindakan Coritiba menjadi penghormatan yang tidak pernah dibayangkan keluarga Butcher, sekaligus menyoroti pentingnya kepedulian terhadap penderita penyakit langka.

Coritiba Dukung Penggemar MND di Laga Melawan Chapecoense
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Coritiba atas Chapecoense, kaus para pemain membawa pesan emosional yang menyentuh banyak pihak. Di bagian depan kaus tertulis kalimat “Your strength inspires us. We stand as one.” yang berarti “Kekuatanmu menginspirasi kami. Kami berdiri bersama.” Kalimat ini menjadi simbol solidaritas tim kepada Butcher yang tengah berjuang melawan MND.
Selain nama Butcher dan pesan dukungan tersebut, desain kaus juga menampilkan bunga matahari sebagai simbol internasional untuk kesadaran terhadap disabilitas tak terlihat. Sentuhan kecil ini menambah makna mendalam pada malam yang sudah sangat emosional bagi keluarga Butcher. Apalagi momen tersebut disaksikan langsung oleh Butcher dan Ana Clara dari kediaman mereka di Inggris.
Setelah lagu kebangsaan Brasil berkumandang, para pemain Coritiba berpose dengan spanduk yang memuat nama Butcher serta tanda tangan para penggemar, pemain, dan staf klub. Momen ini menjadi bukti bahwa dukungan untuk Butcher datang dari ribuan orang yang bahkan belum pernah bertemu dengannya. Pemandangan itu pun terekam dan menjadi kenangan berharga bagi keluarga Butcher.
Bagaimana Jonny Butcher Jatuh Cinta pada Coritiba
Kisah Butcher dengan Coritiba dimulai dari perjalanan hidup yang penuh kebetulan. Sebagai penggemar Norwich City sejak kecil, Butcher mulai tertarik pada klub Serie A Brasil tersebut karena dua alasan. Pada Maret 2023, ia bertemu istrinya, Ana Clara, yang merupakan warga asli Curitiba, melalui aplikasi kencan Kristen.
Beberapa bulan setelah pertemuan itu, Butcher mengunjungi Ana Clara di Brasil dan jatuh cinta dengan kota Curitiba. Kebetulan yang luar biasa, Norwich City dan Coritiba telah menjalin kemitraan strategis sejak 2022, sehingga mengadopsi klub Brasil tersebut terasa sangat natural bagi Butcher. Pasangan itu menikah pada 2024, tetapi pada Februari, diagnosis ALS mengubah hidup mereka sepenuhnya.
Sebagai bentuk harapan, Butcher membuat daftar keinginan berisi hal-hal yang ingin ia alami selagi masih bisa. Salah satu mimpinya adalah menonton pertandingan Coritiba di Stadion Couto Pereira bersama iparnya. Namun, kesulitan bernapas dan gangguan mobilitas membuat impian itu belum bisa terwujud.
Reaksi Emosional Ana Clara dan Jonny Butcher
Kabar bahwa Coritiba mendengar kisah Butcher dan memutuskan untuk menghormatinya menjadi momen yang tidak terlupakan bagi keluarga. Ana Clara menceritakan kepada BBC Sport bagaimana mereka menyaksikan semua kejadian itu dari Inggris dengan perasaan campur aduk. “Kami duduk menonton semua ini dari Inggris, benar-benar kewalahan dan jujur saja sulit percaya ini benar-benar terjadi,” ujarnya.
Yang paling mengharukan bagi Ana Clara adalah momen ketika nama suaminya itu berada di dalam Stadion Couto Pereira. “Untuk melihat nama Jonny di dalam Couto Pereira, dikelilingi ribuan orang yang bahkan belum pernah bertemu dengannya tetapi memilih berdiri di belakangnya, sungguh emosional,” tuturnya. Momen itu, kata dia, tidak akan pernah terlupakan dalam hidup mereka.
Sementara itu, Jonny Butcher sendiri mengaku ingin berjabat tangan dengan setiap orang dan menyampaikan langsung apa arti dukungan ini baginya. “Bahkan di babak tersulit hidup kami, masih ada begitu banyak cinta dan kebaikan di dunia. Ini akan selamanya menjadi bagian dari kisah kami,” pungkas Ana Clara. Ia berharap semua pihak yang terlibat tahu bahwa dukungan itu akan mereka bawa seumur hidup.
Dukungan untuk MND dan Pasien Penyakit Langka
Coritiba tidak berhenti pada momen di lapangan. Klub tersebut mengatakan sebagian kaus akan dikirim kepada keluarga Butcher dan sebuah lembaga yang memberikan bantuan untuk penderita penyakit langka, termasuk MND. Langkah ini memastikan bahwa dukungan tersebut memberi dampak yang lebih luas daripada sekadar seremoni di stadion.
MND sendiri merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel saraf khusus di otak dan sumsum tulang belakang. Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini, sehingga penderita hanya bisa menjalani perawatan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Dukungan dan kesadaran publik menjadi hal yang sangat berharga bagi para penderita dan keluarga mereka.
Penghormatan Coritiba kepada Butcher juga menunjukkan bagaimana sepak bola bisa menjadi medium solidaritas lintas negara. Seorang penggemar di Inggris mendapatkan dukungan dari klub Brasil yang bahkan belum pernah ia datangi langsung. Ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dan empati tidak mengenal batas geografis.
Kisah Jonny Butcher dan Coritiba membuktikan bahwa sepak bola jauh lebih dari sekadar pertandingan. Nama Butcher yang terpampang di kaus pemain, pesan “Kami berdiri bersama”, hingga bunga matahari sebagai simbol kesadaran, semuanya menyampaikan satu pesan: Butcher tidak sendirian dalam perjuangannya melawan MND. Bagi Butcher dan Ana Clara, momen ini akan dikenang selamanya sebagai salah satu babak paling berharga dalam hidup mereka.
Dukungan yang datang dari ribuan orang di Curitiba menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan, cinta dan kebaikan selalu menemukan jalannya. Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap penderita penyakit langka di sekitar mereka. Semoga aksi Coritiba ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk terus menyebarkan kesadaran akan MND.