Beau Greaves Akhiri Kiprah di PDC Women’s Series? Fokus ke Tour Card

Beau Greaves dan Masa Depannya di PDC Women’s Series

Pecinta darts mungkin bertanya-tanya: apakah kita sudah menyaksikan penampilan terakhir Beau Greaves di ajang PDC Women’s Series? Bintang asal Doncaster ini mengaku merasa “kempes” dan seperti “semua orang ingin saya kalah” setelah edisi 2025. Kini, perhatiannya sepenuhnya tertuju pada perjalanan mengejar Tour Card di level pria.

Beau Greaves

Kemenangan Dramatis di Blackpool

Greaves baru saja meraih gelar ketiga Women’s World Matchplay dalam empat tahun terakhir. Di final yang menegangkan di Winter Gardens Blackpool, ia mengalahkan Fallon Sherrock dengan skor 6-5 melalui leg penentu. Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiketnya ke Mr Vegas Grand Slam of Darts 2026 dan Paddy Power World Darts Championship 2027.

Perjalanan Menuju Final

Pebalap panah berusia 22 tahun itu memulai kampanyenya dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas bintang Finlandia, Kirsi Viinikainen. Ia kemudian nyaris tersingkir oleh Gemma Hayter sebelum akhirnya bertemu Sherrock di partai puncak. Pertandingan berlangsung ketat: Sherrock menyamakan kedudukan menjadi 5-5 dan memaksa leg penentuan. Keduanya saling berbagi skor maksimal, namun Greaves keluar sebagai pemenang berkat penyelesaian 56 untuk merebut mahkota.

Merasa Stagnan di Kompetisi Wanita

Greaves telah mengoleksi rekor 57 gelar PDC Women’s Series. Namun, ia blak-blakan soal rasa jenuh. “Setelah Women’s Series terakhir, saya merasa sedikit kempes. Saya tidak terlalu menikmatinya. Sepertinya semua orang ingin saya kalah,” ungkapnya. “Saya pikir sekarang saya akan berkonsentrasi pada Pro Tour dan Euro Tour yang sudah saya kualifikasi,” tambahnya.

Menurut Greaves, kompetisi wanita terasa “basi” karena setelah mencapai target tertentu, tidak ada lagi tujuan yang jelas. “Saya masih mencintai sisi itu, tapi sekarang tujuan utama saya adalah level pria. Saya ingin menikmati tantangannya,” tegasnya.

Fokus pada Tour Card dan Peningkatan Performa

Greaves menjadi wanita pertama yang memenangkan gelar ranking PDC setelah mengalahkan Michael Smith 8-7 di final Players Championship 11. Namun ia sadar harus banyak berbenah. “Saya memenangkan turnamen di lantai (floor tournament), tapi permainan panggung (stage game) saya harus ditingkatkan. Saya tahu itu,” katanya.

Persaingan di Level Pria

Bermain di Pro Tour memberinya peringkat yang lebih baik. Ia mencatatkan hasil perempat final dan semifinal, namun mengakui kerasnya persaingan. “Saya sangat menikmati tantangan untuk bisa sampai ke sana. Ingin menang, ingin melakukan yang lebih baik. Saya tahu masih panjang jalan sebelum benar-benar kompetitif dengan para pria,” ujarnya.

“Saya bisa melakukannya, hanya harus bekerja lebih keras dan percaya pada diri sendiri. Terkadang saya terlalu meragukan diri sendiri,” tambah Greaves. Ia juga memberi peringatan kepada lawan-lawannya: “Saya tidak pernah mengejutkan diri sendiri. Pada hari saya, saya bisa mengalahkan siapa pun.”

Respon Fallon Sherrock

Fallon Sherrock, yang kalah di leg penentuan untuk kedua kalinya berturut-turut, tetap optimistis. “Jika ada yang bilang saya akan sampai ke final, saya akan langsung menerimanya. Beau layak menang. Dia pemain yang lebih baik. Semoga ini memulai musim saya. Target utama saya adalah lolos ke World Championship,” ujarnya.

Kesimpulan

Beau Greaves mungkin belum sepenuhnya meninggalkan PDC Women’s Series, tapi arahnya sudah jelas: ia ingin bersaing di level tertinggi bersama para pria. Dengan fokus pada Tour Card, bakatnya yang luar biasa, dan tekad yang kuat, bukan tidak mungkin ia akan menorehkan sejarah baru. Dukung perjalanannya dengan menyaksikan BoyleSports World Grand Prix langsung di Sky Sports pada 28 September hingga 4 Oktober di Mattioli Arena, Leicester.