MI London Gebuk SunRisers Leeds di Laga Pembuka The Hundred 2026

Juara bertahan MI London sukses mengawali langkah mereka di The Hundred 2026 dengan kemenangan telak tujuh wicket atas SunRisers Leeds. Pertandingan yang berlangsung di The Kia Oval pada Selasa malam (21/7/2026) itu langsung menyedot perhatian penonton berkat aksi spektakuler dari Sam Curran dan Nicholas Pooran.

MI London, yang sebelumnya dikenal sebagai Oval Invincibles, kini tampil dengan nama dan kostum baru menyusul investasi besar dari luar negeri. Meski begitu, satu hal tidak berubah: dominasi mereka di ajang The Hundred. Tim asuhan Sam Curran ini membuktikan diri pantas menjadi kandidat kuat juara untuk keempat kalinya secara beruntun.

Sam Curran dan Nicholas Pooran Jadi Penyelamat

Mengejar target 144 run, MI London sempat kehilangan dua wicket awal cepat setelah Will Jacks dan Jason Roy pulang lebih dulu. Namun, kapten Sam Curran (60* dari 39 bola) dan Nicholas Pooran (58* dari 22 bola) membangun partnership keempat yang menghancurkan pertahanan SunRisers Leeds. Mereka mencetak 93 run tanpa kehilangan wicket, dan memastikan kemenangan dengan 16 bola tersisa.

Curran, yang juga menjadi kapten tim, menunjukkan kepemimpinan tenang di tengah tekanan. Ia mengaku sudah terbiasa membaca situasi pertandingan berkat pengalamannya memimpin Surrey di T20 Blast dan ILT20. “Saya merasa bisa membaca permainan dengan baik. Saya tahu kapan harus mempercepat atau mengatur tempo,” ujarnya usai laga.

Pooran: Positif Sepanjang Jalan

Nicholas Pooran, yang dinobatkan sebagai Meerkat Match Hero, mengaku hanya berusaha tetap positif dan memukul batas lapangan. “Yang penting adalah membangun kemitraan sampai akhir. Mencetak run memang memberi percaya diri, tapi memenangkan pertandingan lebih berarti bagi saya,” kata pemain asal Karibia itu.

Pasangan Curran-Pooran total mengumpulkan 10 four dan 8 six dalam kemitraan mereka, membuat perburuan run MI London terlihat mudah meski sempat goyah di awal.

SunRisers

SunRisers Leeds Gagal Manfaatkan Momentum

Sebelumnya, SunRisers Leeds hanya mampu mencetak 143 run dalam 99 bola setelah dipilih batting lebih dulu. Mitchell Marsh (41 dari 27 bola) dan Ryan Rickelton (25 dari 16 bola) menjadi pencetak angka terbanyak, namun performa apik Richard Gleeson (4/25) merusak tatanan batting mereka.

Rickelton menyumbang tiga six sebelum terjebak LBW oleh slower ball khas Sam Curran. Sedangkan Marsh, setelah tiga four dan tiga six, akhirnya jatuh ke tangan Tom Curran – adik Sam – yang mengirim bola pelan ke arah kakaknya di cover.

Harry Brook, kapten timnas Inggris di format putih, hanya bertahan tujuh bola sebelum terpancing memukul ke tangan Rashid Khan. Tom Alsop sempat menyelamatkan muka dengan 31 dari 18 bola, namun Nathan Ellis menjadi wicket terakhir yang direbut Gleeson dengan satu bola tersisa.

Masalah Awal MI London Saat Chase

MI London sempat kehilangan Jacks dan Roy pada bola keenam dan kedelapan dari opening spell Brydon Carse. James Vince juga tumbang oleh Nathan Ellis. Namun, begitu Pooran dan Curran bergabung, permainan berbalik 180 derajat. Mereka mencetak 50 run dalam 23 bola, dan Curran mencapai fifty dalam 34 bola, disusul Pooran yang hanya butuh 19 bola untuk setengah abad.

Kesimpulan: Awal Mulus untuk Pertahanan Gelar

Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa MI London tidak akan menyerahkan mahkota The Hundred begitu saja. Kombinasi bowling yang solid dari Gleeson dan kecerdasan Curran dalam membaca permainan membuat tim ini tampak sulit dikalahkan. Sementara itu, SunRisers Leeds harus segera berbenah jika ingin bersaing di klasemen.

Laga berikutnya akan mempertemukan Southern Brave melawan Welsh Fire di Utilita Bowl, Southampton, pada Rabu (22/7/2026). Siaran langsung dapat disaksikan di Sky Sports.