West Ham United resmi merekrut Manor Solomon dari Tottenham Hotspur dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Klub yang kini bermain di Championship itu tidak mengungkapkan nilai transfer, tetapi The Hammers disebut-sebut membayar sekitar £5 juta untuk memboyong pemain sayap timnas Israel tersebut. Solomon pun langsung ditetapkan sebagai bagian penting dari proyek promosi klub musim depan.
Pemain berusia 27 tahun itu akan mengenakan nomor punggung 10 di West Ham yang tengah bersiap menghadapi musim pertama di luar Premier League sejak 2011-2012. Kedatangannya menjadi bagian dari perombakan skuad besar-besaran setelah The Hammers harus turun kasta dari Premier League. Misi utamanya pun sudah jelas sejak awal, yaitu membantu West Ham langsung kembali ke kasta tertinggi.
Rincian Transfer: West Ham Rekrut Manor Solomon dari Tottenham
West Ham tidak mengumumkan secara resmi besaran biaya yang dibayarkan kepada Tottenham untuk mendapatkan Manor Solomon. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di internal klub, The Hammers setuju membayar sekitar £5 juta. Nilai tersebut tergolong masuk akal untuk pemain berusia 27 tahun yang sudah memiliki pengalaman luas di berbagai liga Eropa.
Kontrak berdurasi tiga tahun disodorkan West Ham kepada Solomon sebagai bentuk komitmen jangka panjang. Pemain sayap asal Israel itu juga disebut akan memakai nomor punggung 10 yang biasanya menjadi simbol peran sentral dalam sebuah tim. Hal ini menunjukkan besarnya harapan yang ditaruh klub kepadanya sejak hari pertama.
Solomon menjadi pemain ketiga yang direkrut secara permanen oleh West Ham pada musim panas ini. Sebelumnya, klub asal London timur itu sudah mendatangkan gelandang Venezuela Keiber Lamadrid dan mantan bek Belanda Joel Veltman. Langkah ini menegaskan bahwa West Ham serius membangun skuad kompetitif untuk menyambut persaingan Championship.
Perjalanan Karier Manor Solomon Sebelum Gabung West Ham
Karier Solomon di sepak bola Eropa tidak bisa dibilang singkat. Ia tercatat telah mengoleksi 49 penampilan bersama timnas Israel sepanjang kariernya. Sebelum merumput di Inggris, ia sukses memenangkan tiga gelar juara bersama Shakhtar Donetsk di Ukraina.
Setelah meninggalkan Ukraina, Solomon sempat menjalani masa pinjaman di Fulham sebelum akhirnya bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 2023. Namun, di Spurs ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain daripada mendapat tempat tetap di skuad utama. Leeds United dan Villarreal menjadi dua klub yang pernah ia perkuat dengan status pinjaman.
Musim lalu, Solomon menjalani masa peminjaman di Fiorentina dan mencatatkan 19 penampilan bersama klub Italia tersebut. Pengalaman di Serie A itu melengkapi rentetan petualangannya di berbagai liga Eropa. Sebelumnya, ia juga sempat membantu Leeds United meraih gelar juara Championship pada musim 2024-2025.
Target Solomon: Bantu West Ham Promosi ke Premier League
Dalam pernyataan resminya setelah resmi menjadi pemain West Ham, Solomon mengaku paham betul reputasi klub barunya tersebut. “Saya tahu West Ham memiliki sejarah yang kaya, baik di Premier League maupun di Eropa,” ujarnya. “Ini adalah klub yang memenangkan trofi Eropa hanya tiga tahun lalu, dan saya pikir di sinilah seharusnya klub ini berada.”
Solomon juga menegaskan bahwa dirinya datang untuk membantu West Ham kembali ke tempat yang semestinya. “Saya di sini untuk membantu klub dan berada di tempat yang seharusnya,” tambah pemain yang sempat membela Leeds United tersebut. “Tentu saja, tugas pertama kami adalah promosi, untuk kembali ke Premier League.”
Kalimat tersebut menunjukkan kesadaran penuh Solomon akan ekspektasi besar yang menantinya di London. Ia tidak hanya datang sebagai pemain baru biasa, melainkan sebagai sosok yang diharapkan menjadi motor kebangkitan tim. Pengalamannya membawa Leeds juara Championship musim lalu menjadi bukti bahwa ia mampu menjalankan peran tersebut.
Dampak Transfer bagi Skuad West Ham Musim Ini
Kedatangan Solomon sejatinya menjadi jawaban atas kepergian sejumlah pemain kunci West Ham setelah degradasi. Klub telah menjual winger Crysencio Summerville ke Al-Hilal dan gelandang Mateus Fernandes ke Tottenham, di antara pemain lain yang hengkang. Dengan berkurangnya kedalaman skuad, kebutuhan akan pemain berpengalaman seperti Solomon menjadi sangat mendesak.
Di atas kertas, Solomon punya profil yang cocok dengan kebutuhan West Ham di Championship. Ia pernah merasakan atmosfer kompetisi kasta kedua Inggris saat membela Leeds, bahkan berhasil keluar sebagai juara. Selain itu, pengalamannya berlaga di Premier League bersama Fulham juga menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.
Kehadiran Solomon juga memberi sinyal positif bagi para pendukung West Ham bahwa manajemen tidak tinggal diam di bursa transfer. Meski harus berkompetisi di Championship, ambisi untuk segera bangkit tetap terjaga. Kini tinggal bagaimana seluruh elemen tim menyatu dan membuktikan bahwa West Ham layak kembali ke Premier League.
Transfer Manor Solomon ke West Ham menjadi salah satu langkah strategis The Hammers dalam menyambut musim Championship yang penuh tantangan. Dengan pengalaman juara di Ukraina, kiprah di Premier League, serta kontribusinya membawa Leeds promosi, Solomon membawa kombinasi kualitas dan mentalitas pemenang. Kini semua mata tertuju pada bagaimana ia menjalankan misi utamanya membawa West Ham kembali ke Premier League.
