Trio Gelandang Dundee United Terbaik di Liga Skotlandia?

Dundee United belum mampu mengalahkan Celtic, tetapi penampilan lini tengah mereka menuai pujian luas. Trio gelandang Dundee United yang terdiri dari Zidane Iqbal, Lyall Cameron, dan Dylan Tait menjadi sorotan setelah tim asuhan Jim Goodwin menahan imbang Celtic 2-2 dan memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi enam pertandingan. Pertanyaan pun muncul: apakah trio ini yang terbaik di Scottish Premiership saat ini?

Hasil imbang di Celtic Park membuat United belum bisa menang di markas Celtic dalam 52 pertandingan yang membentang sejak 1992. Meski demikian, satu poin itu tetap berharga karena mencegah Celtic memperlebar jarak di puncak klasemen. United sempat turun ke peringkat kelima setelah rival satu kota, Dundee, menang 3-1 atas Kilmarnock, tetapi cara Goodwin dan anak-anak asuhnya menyulitkan juara bertahan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Kontrol Lini Tengah dan Pujian untuk Trio Gelandang Dundee United

Pada babak pertama, trio Iqbal, Cameron, dan Tait tampil dominan dan membuat Celtic kesulitan menguasai bola. United mampu mengatur tempo, memindahkan bola dengan sabar, dan keluar dari tekanan lawan. Situasi berubah setelah Celtic memasukkan Jota dan Haissem Hassan pada babak kedua, yang membuat momentum pertandingan bergeser ke arah tuan rumah.

Di BBC Radio Scotland Sportsound, penulis olahraga utama Tom English mempertanyakan apakah Dundee United kini memiliki trio gelandang terbaik di Skotlandia. Mantan wing-back United, Allan Preston, memuji performa Iqbal secara khusus. Menurutnya, pemain asal Irak itu seperti baterai jam yang menjaga semuanya tetap berdetak, bermain agak ke belakang, mengalirkan bola dari sisi ke sisi, dan sangat jarang kehilangan bola. Preston bahkan mengaku kaget ketika Iqbal ditarik keluar.

Mantan gelandang United, Scott Allan, menilai ketiga pemain berada di frekuensi yang sama. Ia menyoroti keberanian mereka untuk tetap memegang bola di Celtic Park, menunggu tekanan datang, lalu memindahkan bola ke sisi lain. Allan menyebut lini tengah United sangat cair pada babak pertama dan menilai mereka sebaik apa pun di liga saat ini. Baginya, kunci utamanya adalah komposur: mau bertahan dengan bola, menarik tekanan, dan saling memberi opsi dalam situasi sulit.

Latar Belakang Perubahan Gaya dan Momen Pencerahan Goodwin

Perubahan gaya bermain United bukan terjadi secara kebetulan. Goodwin mengakui bahwa kesuksesan Jens Berthel Askou di Motherwell menjadi momen pencerahan yang mendorongnya mengubah pendekatan musim ini. Ia mulai membangun tim yang lebih nyaman menguasai bola dan sabar dalam membangun serangan. Namun, prosesnya tidak instan karena mesin passing baru itu butuh waktu untuk menemukan ritme.

Musim lalu, Goodwin gagal membawa United masuk enam besar karena tertinggal satu peringkat. Kekecewaan itu tampaknya menjadi bahan evaluasi, terutama setelah tim hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan sebelum akhirnya menuai enam laga tak terkalahkan. Goodwin menyebut Oktober sebagai periode dengan perolehan poin yang bagus, meski ia tetap kecewa karena timnya tidak mampu mempertahankan keunggulan dan meraih kemenangan bersejarah di Celtic Park.

Goodwin menegaskan bahwa ruang ganti tetap merasa ada rasa kecewa setelah gagal membawa pulang tiga poin. Ia memberi kredit kepada Celtic karena perubahan pada babak kedua memberi percikan baru bagi tim lawan. Menurutnya, United menunjukkan karakter besar dengan merespons gol awal dan mampu bertahan dalam tekanan 20 menit terakhir. Ia juga menyebut Celtic sebagai tim yang tanpa henti menekan hingga akhir pertandingan.

Dampak bagi United dan Kompetisi

Bagi Dundee United, penampilan di Celtic Park memberikan bukti bahwa perubahan taktik Goodwin mulai membuahkan hasil. Satu poin di markas tim sekelas Celtic dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad, terutama karena mereka sempat unggul dan mampu bertahan setelah Liam Scales menyamakan kedudukan. Modal ini penting untuk menjaga konsistensi di tengah persaingan liga yang ketat.

Dampaknya juga terasa pada profil para pemain. Iqbal, yang merupakan mantan pemain muda Manchester United dan didatangkan dari Utrecht, semakin menunjukkan peran sentralnya di lini tengah. Cameron, yang dipinjam dari Rangers, serta Tait, melengkapi trio dengan kualitas yang saling melengkapi. Performa kolektif mereka membuat pertanyaan tentang siapa trio terbaik di liga menjadi perdebatan yang wajar, setidaknya berdasarkan penampilan saat melawan Celtic.

Dari sisi kompetisi, hasil ini menunjukkan bahwa United bisa menyulitkan tim papan atas ketika mampu mempertahankan komposur. Celtic tetap memperlihatkan kedalaman skuad melalui perubahan pemain yang mengubah jalannya pertandingan. Namun, United membuktikan bahwa organisasi tim dan keberanian memegang bola dapat menjadi senjata untuk mencuri poin di laga sulit.

Konteks Lebih Luas: Komposur dan Ujian Konsistensi

Di Celtic Park, kemampuan untuk tidak panik saat ditekan menjadi kunci. Scott Allan menyebut komposur sebagai faktor yang membuat trio United tampil menonjol, karena mereka tidak terburu-buru mengoper dan berani menerima bola dalam tekanan. Kualitas itu membuat United bisa menarik lawan keluar dan menciptakan ruang di belakang. Namun, mempertahankan level tersebut dari pekan ke pekan adalah tantangan tersendiri.

Martin O’Neill, yang pernah menangani Goodwin saat masih muda pada masa pertamanya sebagai manajer Celtic, memuji kualitas Goodwin sebelum pertandingan. Setelah laga, ia menegaskan bahwa Goodwin adalah manajer yang sangat baik dan telah melakukan pekerjaan luar biasa. O’Neill juga menilai United datang dengan kepercayaan diri dan menunjukkan kualitas itu dalam beberapa periode pertandingan.

Pujian tersebut menegaskan bahwa capaian United bukan sekadar hasil satu pertandingan. Rekor enam laga tak terkalahkan memberi fondasi, tetapi pertanyaan tentang konsistensi masih terbuka. Jika trio gelandang Dundee United mampu menjaga performa dan Goodwin terus menyempurnakan gaya bermainnya, United berpotensi membuat musim ini lebih menarik daripada sekadar bertahan di papan tengah.

Penutup

Trio Zidane Iqbal, Lyall Cameron, dan Dylan Tait tampil mengesankan saat Dundee United menahan Celtic 2-2 di Celtic Park. Meski gagal menang dan sempat turun ke peringkat kelima, performa lini tengah serta rekor enam laga tak terkalahkan menjadi modal penting bagi Goodwin. Pujian dari pundit dan manajer lawan menunjukkan bahwa perubahan gaya United mulai diakui.

Pertanyaan apakah mereka trio gelandang terbaik di Skotlandia belum sepenuhnya terjawab. Namun, penampilan di Celtic Park membuat klaim itu masuk akal dan layak diperbincangkan. Jika konsistensi terjaga, Dundee United bisa menjadikan musim ini sebagai periode pembangunan yang lebih meyakinkan.