Latar Belakang Sidang Inkuiri Maddy Cusack
Sidang inkuri kematian Maddy Cusack terus mengungkap fakta baru terkait tekanan psikologis yang dialami pemain sepak bola wanita Sheffield United tersebut. Dalam persidangan yang digelar pada Rabu (25/9/2024), mantan pendeta klub, Dr. Delroy Hall, memberikan kesaksian mengejutkan tentang permintaan Maddy untuk tidak memberitahu pihak klub mengenai sesi konseling yang mereka lakukan.
Kesaksian Dr. Delroy Hall: Diminta Merahasiakan Pembicaraan
Dr. Delroy Hall, yang menjadi relawan pendeta di Sheffield United sejak 2017 hingga November 2023, mengungkapkan bahwa para pemain biasanya mendatanginya sebagai “pilihan terakhir” untuk membicarakan masalah. Maddy Cusack tercatat beberapa kali berbicara dengan Hall pada Agustus 2023, termasuk pada 23 Agustus. Dalam pertemuan tersebut, Maddy meminta sebanyak tiga hingga empat kali: “Tolong jangan beri tahu siapa pun bahwa aku bicara denganmu.”
Tekanan akibat Pekerjaan Ganda
Hall menyatakan bahwa meskipun Maddy tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyakiti dirinya sendiri, pemain berusia 27 tahun itu mengaku merasa tertekan akibat harus menyeimbangkan karier sepak bola dan pekerjaan marketingnya. Maddy memiliki kontrak ganda: sebagai pemain dan staf departemen marketing klub. “Latihan dan bekerja berarti dia sibuk tujuh hari seminggu,” ujar Hall di pengadilan.
Hall menegaskan bahwa jam kerja Maddy “tidak berkelanjutan” dan ia merasa bahwa Maddy melakukan terlalu banyak hal. Ia juga menambahkan bahwa Maddy pernah menyebut harus berkendara empat jam untuk menemui kekasihnya yang pindah ke Lewes FC di East Sussex pada musim panas 2023. Hall memberikan saran kepada Maddy mengenai teknik pernapasan sebagai mekanisme koping.
Keterlambatan Pengumuman Transisi Tim Menjadi Full-Time
Sidang juga mendengar kesaksian dari dua petinggi Sheffield United: CEO Stephen Bettis dan Kepala Administrasi Sepak Bola Carl Shieber. Keduanya ditanya mengenai alasan lambatnya klub memberi tahu pemain wanita tentang rencana transisi menjadi tim full-time setelah musim 2022-2023. Sebelumnya, sidang mendengar bahwa transisi yang “terburu-buru” tersebut menyebabkan stres bagi pemain dan staf.
Faktor Promosi Tim Pria dan Persetujuan Dewan
Shieber mengungkapkan bahwa keterlambatan itu sebagian karena harus menunggu kepastian promosi tim pria ke Premier League yang baru tercapai pada 26 April 2026 (sumber menyebut tahun 2026, namun konteks wawancara tampaknya merujuk pada musim yang akan datang), serta persetujuan dewan untuk pendanaan. Tanpa dukungan finansial dari tim pria, tim wanita tidak mungkin menjadi full-time. Shieber bahkan mengakui bahwa sempat muncul wacana untuk menghentikan pendanaan tim wanita sama sekali.
Pernyataan Pejabat Klub: Tidak Tahu Adanya Tekanan
Shieber juga menceritakan proses rekrutmen yang menghasilkan Jonathan Morgan sebagai manajer tim wanita pada Februari 2023. Mantan kepala sepak bola wanita, Zoe Johnson, menyebut Morgan “sedikit brengsek” di pinggir lapangan dalam satu pertandingan, namun ia menganggap Morgan sebagai kandidat terkuat dan mendorong Shieber untuk bertemu secara informal sebelum wawancara formal. Shieber menilai Morgan “sangat transparan” selama wawancara.
Baik Shieber maupun Bettis mengaku tidak pernah mendengar bahwa Maddy kesulitan menjalani dua pekerjaan sekaligus. Bettis membela penanganan klub terhadap transisi tim wanita dan bersikeras bahwa klub telah membuat kemajuan pesat dalam tiga tahun terakhir. Sempat terjadi pertukaran pendapat panas antara Bettis dan pengacara keluarga hingga koroner harus campur tangan.
Pandangan tentang Keberlanjutan Sepak Bola Wanita
Bettis mengungkapkan bahwa ia terus mendorong dewan untuk menaikkan anggaran tim wanita, namun ia merasa kondisi finansial sepak bola wanita “saat ini tidak berkelanjutan”. “Pada musim 2022-2023, kami kehilangan sekitar £750.000 per tahun untuk sepak bola wanita. Jika menjadi full-time saat itu, kerugian akan berlipat ganda. Musim ini (2026-2027) kami akan kehilangan lebih dari £2 juta,” jelas Bettis.
Ia menambahkan bahwa ada keinginan besar dari WSL untuk terus mendorong produk sepak bola wanita, namun pendapatan masih kurang. Menurut Bettis, keberlanjutan baru akan tercapai dalam empat atau lima tahun ke depan jika pendapatan siaran meningkat. Meski demikian, ia menyatakan bahwa Sheffield United percaya pada sepak bola wanita dan terus mendorong investasi secara internal.
Penghormatan Terakhir untuk Maddy Cusack
Bettis menyebut Maddy sebagai “pribadi yang luar biasa” dan menegaskan bahwa akan selalu ada tempat baginya di departemen marketing klub setelah pensiun sebagai pemain. Sidang inkuri kematian Maddy Cusack akan kembali dilanjutkan pada Kamis (26/9/2024).
Kesimpulan: Beban Psikologis di Balik Layar Sepak Bola Wanita
Sidang inkuri kematian Maddy Cusack menyoroti tekanan besar yang dialami pemain wanita, terutama yang memiliki kontrak ganda. Permintaan Maddy untuk merahasiakan sesi konseling menunjukkan kekhawatirannya akan konsekuensi jika pihak klub tahu. Selain itu, keterlambatan transisi tim menjadi full-time dan minimnya komunikasi internal menjadi faktor yang memperberat beban psikologis. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya dukungan kesehatan mental yang terbuka dan sistem kerja yang manusiawi di lingkungan olahraga profesional.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan, hubungi layanan krisis di negara Anda. Di Indonesia, Anda dapat menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes di 119 ext. 8 atau organisasi seperti Into The Light Indonesia.
