Sheffield United Dituduh Kecewakan Maddy Cusack dalam Sidang Inkuiri

Kesaksian Mantan Manajer Umum di Sidang Inkuiri

Sheffield United dituduh mengecewakan Maddy Cusack dan gagal mengelola transisi tim putri dari status paruh waktu menjadi penuh waktu pada musim panas 2023. Tuduhan ini mengemuka dalam sidang inkuiri kematian Cusack yang digelar di pengadilan.

Ian McCallum, yang menjabat sebagai manajer umum tim putri Sheffield United antara Februari 2023 hingga akhir musim 2022-23, memberikan kesaksian penting. Ia menyatakan bahwa klub “sedikit naif tentang apa yang perlu dipersiapkan” untuk sepak bola putri penuh waktu. McCallum juga menegaskan bahwa “sekelompok pemain berbakat pantas mendapat perlakuan yang lebih baik.”

Menurut McCallum, rasa frustrasinya terhadap pendekatan klub terhadap sepak bola putri menjadi salah satu alasan ia memutuskan mundur dari jabatannya pada musim panas 2023.

Klub Dinilai Gagal Mendukung Pemain

Kuasa hukum keluarga Cusack menanyakan kepada McCallum mengenai pernyataan tertulis yang telah ia serahkan. Saat ditanya apakah ia pernah mengatakan “klub mengecewakan banyak orang”, McCallum menjawab, “Pada beberapa level, ya.” Ia menambahkan, “Klub mengecewakan sejumlah orang.”

Ketika ditanya lebih spesifik, “Apakah mereka mengecewakan Maddy di beberapa area?”, McCallum dengan tegas menjawab, “Ya.” Cusack meninggal dunia pada 20 September 2023 di usia 27 tahun. Sidang inkuiri ini menjadi ajang untuk mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kondisi yang dialami sang pemain.

Transisi Tim Putri yang Bermasalah

Sheffield United mengumumkan pada 16 Februari 2023 bahwa McCallum mengambil posisi manajer umum tim putri hingga akhir musim. Ini terjadi setelah kepergian Zoe Johnson yang pindah menjadi direktur pelaksana tim putri Brighton.

Dalam sidang, pengadilan membacakan bagian dari email yang dikirim Johnson kepada Carl Shieber (kepala administrasi sepak bola Sheffield United) dan Vicki Anderson (kepala SDM klub) selama proses perekrutan manajer baru pada Februari 2023. Dalam email tersebut, Johnson memberikan pendapatnya tentang kandidat: “Saya paling mengenal [Morgan] di antara ketiganya, dan dia tidak memiliki reputasi terbaik di dunia sepak bola, tapi CV-nya bagus.” Ia menambahkan bahwa ia “tidak yakin itu akan menjadi kecocokan yang baik” namun “dia pasti lebih baik daripada pelamar yang kami dapatkan.”

McCallum, yang terlibat dalam proses perekrutan Jonathan Morgan, ditanya di pengadilan tentang apa yang ia ketahui soal reputasi Morgan sebelum diangkat. McCallum menjawab, “Dari yang saya dengar, reputasinya adalah bahwa dia berkepala kuat dalam hal apa yang ia inginkan dari tim sepak bola, dia ingin menang, dan dia siap membuat keputusan sulit untuk mencapainya.” Ia juga mengaku tidak memiliki pengetahuan lebih lanjut tentang reputasi Morgan.

Klarifikasi Mengenai Perlakuan Morgan terhadap Cusack

Saat diperiksa oleh Morgan yang mewakili dirinya sendiri di pengadilan, McCallum menyatakan bahwa ia tidak pernah menyaksikan Morgan membentak Cusack, tidak pernah melihatnya memperlakukan gelandang itu dengan buruk, dan tidak pernah mendengar Morgan berbicara negatif tentang Cusack.

“Box-Ticking Exercise” dan Kurangnya Sumber Daya

McCallum diminta koroner untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya bahwa Sheffield United menganggap kebijakan tim putri full-time sebagai “latihan mencentang kotak” (box-ticking exercise). Ia menjelaskan, “Dari luar, sepertinya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.”

Menurut McCallum, “Keberhasilan tim putri Inggris mungkin mempercepat” langkah tersebut, namun ia “tidak yakin sumber daya yang tersedia cukup untuk melakukannya dengan kemampuan terbaik.” Ia merasa bahwa perubahan ke status penuh waktu lebih merupakan sesuatu yang “harus terjadi” tetapi bukan sebuah “keinginan” dari pihak klub.

Ketika diminta menyebutkan individu-individu yang memberinya kesan tersebut, McCallum tidak bersedia menyebut nama dan hanya mengatakan, “Itu adalah perasaan yang saya dapatkan dari sejumlah orang.” Ia menambahkan bahwa itu berasal dari “berbagai eksekutif – saya tidak ingat nama-namanya.”

Pejabat senior Sheffield United, termasuk Shieber dan CEO Stephen Bettis, dijadwalkan memberikan kesaksian pada hari Rabu.

Kesehatan Mental Pemain Tidak Terlaporkan

Pada hari Selasa, pengadilan juga mendengar kesaksian tambahan dari Morgan yang berlangsung sepanjang hari Senin. Koroner mempertanyakan Morgan secara ekstensif tentang pengetahuannya terhadap buku panduan klub dan tanggung jawab manajer lini untuk melaporkan kekhawatiran tentang kesejahteraan mental karyawan ke HR.

Ketika ditanya apakah ia pernah berkonsultasi dengan HR soal Cusack, Morgan menjawab, “Tidak, karena saya meneruskannya ke [Dr. Subhashis Basu], dokter klub, yang saya anggap sebagai orang yang tepat pada saat itu.”

Sementara itu, kepala perlindungan (safeguarding) klub, Cheryl Anderson, menyatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak diberi tahu bahwa Cusack mengalami kesulitan kesehatan mental. Tidak ada kekhawatiran tentang Cusack yang disampaikan kepadanya. Sidang inkuiri akan kembali dilanjutkan pada hari Rabu.

Bantuan untuk Kesehatan Mental

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan, jangan ragu untuk menghubungi layanan dukungan kesehatan mental. Di Inggris dan Irlandia, Samaritans dapat dihubungi di 116 123 (bebas pulsa). Di AS, hubungi atau kirim pesan ke National Suicide Prevention Lifeline di 988, atau chat di 988lifeline.org. Di Australia, layanan dukungan krisis Lifeline di 13 11 14. Nomor hotline internasional lainnya dapat ditemukan di befrienders.org.