Noni Madueke: Kunci Kelancaran Inggris Hadapi Ujian Berat DR Kongo

Noni Madueke menegaskan bahwa Timnas Inggris U20 tidak boleh meremehkan Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) meski ia optimistis serangan timnya akan jauh lebih lancar dibanding saat menghadapi Ghana di fase grup. Gelandang sayap Arsenal ini menjadi sorotan utama dalam duel babak 32 besar Piala Dunia U20 yang akan berlangsung di Atlanta, Rabu (31/5) waktu setempat.

Madueke mengakui bahwa Inggris sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Ghana dalam laga tanpa gol di Boston pekan lalu. Kini, DR Kongo diperkirakan akan menerapkan gaya serupa – bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. “Saya memperkirakan laga yang sulit, pasti. Ketika sudah sampai tahap ini, Anda tidak bisa meremehkan lawan mana pun,” ujar pemain yang juga memperkuat Arsenal di level klub itu.

Noni Madueke Waspadai Kekuatan DR Kongo

DR Kongo memiliki beberapa pemain yang berlaga di Premier League, seperti Yoane Wissa (Newcastle) dan Noah Sidiki (Sunderland). Madueke mengingatkan bahwa tim lawan punya kualitas dan kekuatan tersendiri yang bisa merepotkan Inggris. “Mereka akan mencoba memaksakan permainan mereka. Pertandingan ini pasti sulit dan kami harus siap sejak menit pertama,” tegasnya.

Kendala Menghadapi Pertahanan Rendah

Madueke juga ditanya soal kekhawatiran Inggris bakal kembali kesulitan menghadapi “low block” (pertahanan rapat). Ia menilai masalah ini tidak hanya dialami timnya. “Setiap tim punya kesulitan ketika lawan menempatkan 11 pemain di ruang 30 meter. Tidak mudah menembusnya. Kami sudah melihat negara-negara top lain juga kesulitan, seperti Spanyol dan Portugal di pertandingan terakhir. Ini sudah menjadi bagian dari sepak bola modern,” jelasnya.

“Tentu saja, ketika melawan Inggris, lawan secara alami akan bermain defensif karena kualitas yang kami miliki. Dari sisi kami, pola yang sama akan kami coba terapkan lebih baik daripada saat melawan Ghana, yang mungkin polanya mirip dengan laga ini,” tambah Madueke.

Persaingan Sehat dengan Bukayo Saka

Dalam pertandingan melawan Panama, posisi sayap kanan Inggris dipercayakan kepada Bukayo Saka yang menjadi rekan setim Madueke di Arsenal. Saka diperkirakan tetap menjadi pilihan utama, sementara Djed Spence kemungkinan akan mengisi bek kanan karena cedera Reece James dan Jarell Quansah.

Madueke mengaku persaingan dengan Saka justru membuatnya berkembang. “Saya merasa harus selalu tampil di level tertinggi karena Anda tahu ada pemain top yang menunggu dan mengincar tempat di tim. Persaingan sehat seperti ini bagus. Bermain untuk Arsenal dan Inggris, Anda tidak perlu motivasi tambahan untuk tetap di level teratas,” ujarnya.

Kesiapan Mental dan Latihan Penalti

Madueke juga mengungkapkan bahwa ia berlatih tendangan penalti bersama skuad. Jika pertandingan berlanjut ke adu penalti, ketenangan menjadi kunci. “Banyak faktor psikologis. Bagaimana Anda menendang bola, tergantung pada ancang-ancang, apakah Anda berhenti atau menunggu kiper, atau sekadar memilih sudut dan menendang sebersih mungkin. Semua itu masuk hitungan,” papar pemain yang kabarnya akan menjadi eksekutor penalti keenam Arsenal dalam adu penalti melawan Paris Saint-Germain sebelum tendangan krusial Gabriel Magalhães yang gagal.

Kesimpulan

Dengan persiapan matang dan kewaspadaan terhadap kekuatan DR Kongo, Inggris U20 berharap bisa tampil lebih cair di laga nanti. Noni Madueke menjadi salah satu figur kunci yang diandalkan untuk memecah kebuntuan serangan. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan strategi tim asuhan pelatih Inggris.