NFL Weekend Review: Drama Josh Allen, Rekor Derrick Henry

NFL Weekend Review pekan pembuka musim 2026 langsung menyuguhkan tontonan kelas atas: Josh Allen kembali menjadi aktor utama drama detik-detik akhir, Derrick Henry menorehkan rekor baru, dan Chicago Bears menunjukkan kekuatan ofensif yang mengerikan. Dalam laga pembuka yang berlangsung ketat, Buffalo Bills menutup pertandingan melawan Houston Texans dengan kemenangan 36-31.

Bagi penggemar NFL, pekan pertama selalu menjadi panggung untuk membaca arah kompetisi sepanjang musim. Dua tim yang sama-sama berambisi melaju jauh di AFC, Bills dan Texans, sudah saling menghantam sejak menit awal, sementara sejumlah tim yang diunggulkan justru tumbang. Semua rangkaian itu menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Super Bowl LXI di Los Angeles pada Februari 2027.

Josh Allen

Drama Josh Allen Bawa Bills Menang atas Texans

Pertandingan itu nyaris berakhir dengan cerita berbeda. Kamari Lassiter seharusnya sudah memastikan kemenangan Houston saat laga menyisakan kurang dari dua menit, ketika Allen melepas umpan yang seharusnya menjadi intersepsi. Namun cornerback Texans itu gagal menangkap bola di area end zone sendiri, sebuah kelalaian yang langsung dibayar mahal.

Pada umpan berikutnya, Allen justru menemukan Joshua Palmer dengan touchdown sejauh 34 yard pada situasi third-and-11, membawa Buffalo memimpin dengan sisa waktu 1 menit 36 detik. Pertahanan anyar racikan Jim Leonhard kemudian menuntaskan tugasnya: Greg Rousseau memaksa CJ Stroud kehilangan bola, dan Terrel Bernard menyambar bola lepas itu untuk mengunci kemenangan di detik-detik terakhir.

Secara statistik, Allen menuntaskan 20 dari 29 umpan untuk 334 yard dan dua touchdown, masing-masing kepada Palmer dan penerima anyar DJ Moore. Ia juga mencetak dua touchdown lewat lari, menambah koleksi touchdown daratnya sepanjang karier menjadi 81. Kombinasi itu menegaskan mengapa Buffalo tetap menjadi salah satu tim paling ditakuti di AFC.

Yang menarik, Texans tampil cukup meyakinkan sebelum momentum berbalik. Ofensif Houston mampu mengimbangi salah satu unit terbaik liga, dengan Stroud berduel langsung melawan Allen, sampai sang quarterback Bills memutuskan sudah cukup bermain-main. Kekalahan ini pahit, tetapi penampilan mereka memberi sinyal bahwa Houston bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Konteks Penting di Balik Kemenangan Buffalo

Kemenangan atas Texans bukan sekadar angka kemenangan di pekan pertama. Bills datang dengan luka lama: mereka baru saja gagal di babak divisi untuk keempat kalinya dalam lima tahun setelah kalah dari Denver Broncos pada Januari lalu. Sejak 2020, Buffalo juga dua kali tumbang di laga AFC Championship.

Kegagalan berulang itulah yang mendorong perombakan besar pada musim panas. Manajemen memutuskan memecat Sean McDermott, lalu menata ulang staf kepelatihan, termasuk posisi koordinator ofensif yang sebelumnya dipegang Joe Brady. Langkah tersebut jelas dirancang untuk memaksimalkan masa emas karier Allen sebelum jendela persaingan tim tertutup.

Setiap tahun, narasi yang sama selalu muncul: ini tahunnya Allen. Hingga kini, trofi Lombardi tetap belum ia raih. Namun momen seperti Minggu lalu memperkuat keyakinan bahwa Buffalo selalu punya peluang selama Allen berada di lapangan, karena hanya sedikit quarterback di liga yang mampu menggendong timnya sejauh yang ia lakukan.

Bears Meledak, Chargers Kembali Mengecewakan

Chicago Bears memberi peringatan serius kepada seluruh liga. Mereka menghancurkan Carolina Panthers 59-37 dalam laga pembuka dengan skor tertinggi sepanjang sejarah NFL, sekaligus menjadi torehan poin terbanyak Chicago dalam satu pertandingan sejak musim 1980. Proyek yang dibangun Ben Johnson mulai menunjukkan wujudnya.

Caleb Williams mengingatkan semua orang pada kualitasnya dengan umpan touchdown back-shoulder fade yang presisi kepada Cole Kmet, menutup laga dengan 269 yard passing dan dua touchdown. Skema lari mereka juga berjalan ganas: D’Andre Swift dan Kyle Monangai sama-sama menembus 100 yard rushing. Kombinasi itu membuat Chicago layak diperhitungkan sebagai penantang serius.

Sebaliknya, Los Angeles Chargers kembali menampakkan masalah lamanya. Tim asuhan Jim Harbaugh itu kalah 26-14 dari Arizona Cardinals yang dipimpin quarterback Jacoby Brissett. Perpaduan Justin Herbert dan koordinator ofensif baru Mike McDaniel belum menghasilkan ledakan yang diharapkan, sementara kedalaman penerima di luar Ladd McConkey masih meragukan untuk tim yang berambisi masuk playoff.

Pertahanan Chargers yang sempat berubah di bawah Jesse Minter pun terlihat kurang memiliki pemain pengganggu yang bisa mengubah jalannya pertandingan lewat tekanan terhadap quarterback. Jika persoalan ini tidak segera dibenahi, Los Angeles berisiko kembali menjalani musim penuh janji yang berakhir tanpa hasil nyata.

Trevor Lawrence dan Klaim Kontroversial soal MVP

Trevor Lawrence tampil dominan saat Jacksonville Jaguars mengalahkan Cleveland Browns 34-10. Quarterback itu menuntaskan 18 dari 23 umpan untuk 245 yard dan empat touchdown, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Jacksonville menjadi sembilan laga musim reguler sejak musim 2025. Liam Coen tampaknya berhasil mengeluarkan versi paling tenang dan efisien dari permainan Lawrence.

Memang, lawannya adalah Browns yang sedang limbung dan tengah beradaptasi tanpa Myles Garrett serta Jim Schwartz. Namun ada indikasi menjelang musim bahwa liga belum sepenuhnya yakin pada duet Lawrence-Coen. Berdasarkan pekan pertama, Lawrence justru melanjutkan performa cemerlangnya di paruh kedua musim lalu.

Koordinator pertahanan Browns, Mike Rutenberg, sempat menyatakan unitnya akan dibangun atas dasar kekerasan dan niat buruk. Pernyataan itu terasa berlebihan, karena pertahanan Cleveland hampir tidak pernah cukup dekat untuk mengganggu sang play-caller Jaguars. Dari sini, klaim bahwa Lawrence layak masuk bursa MVP bukan lagi sekadar reaksi berlebihan.

Pemenang dan Pecundang Pekan Pertama

Sejumlah nama mencuri perhatian dengan kontribusi yang menentukan hasil pertandingan, sementara yang lain justru menjadi penyebab kekalahan timnya. Berikut catatannya:

Pemenang

  • Dalton Kincaid: Tight end Bills ini tampil paling produktif sepanjang kariernya dengan menangkap lima dari enam target untuk 130 yard, terbanyak di timnya. Ia juga mencatat tangkapan 40 dan 35 yard di kuarter keempat, kontribusi yang sangat berharga bagi kemenangan dramatis Buffalo.
  • Jalen Hurts: Quarterback Eagles ini selalu punya pengkritik dan akan terus membelah opini publik soal posisinya di antara quarterback terbaik liga. Namun pada Minggu lalu, Hurts yang menggendong tim asuhan Nick Sirianni menuju kemenangan 24-22 atas Washington Commanders dengan tiga touchdown passing. Penampilannya tidak selalu indah, tetapi ketenangannya di bawah tekanan kembali terbukti.
  • Carson Wentz: Skenario ini tidak ada dalam rencana. Minnesota Vikings terpaksa mengganti quarterback lebih awal melawan Green Bay Packers setelah Kyler Murray mengalami gegar otak. Wentz masuk memimpin ofensif Kevin O’Connell dan melempar 133 yard serta tiga touchdown, mengejutkan Packers dengan kemenangan 39-22.

Pecundang

  • Baker Mayfield: Empat hari setelah menandatangani perpanjangan kontrak tiga tahun senilai £121,9 juta dengan Tampa Bay Buccaneers, Mayfield kehilangan bola tiga kali dalam kekalahan 33-27 dari Cincinnati Bengals. Salah satu fumble terjadi saat ia berlari di garis satu yard Bengals, kesalahan yang praktis merugikan timnya di laga yang diputuskan selisih satu skor.
  • Cleveland Browns: Proyek pembangunan ulang Browns terlihat semakin berat setiap pekan, dan kekalahan 34-10 dari Jaguars memperjelas besarnya pekerjaan yang menanti. Deshaun Watson, yang menjalani laga musim reguler pertamanya sejak Oktober 2024, tampil biasa saja dengan satu-satunya touchdown datang di waktu sampah. Pertahanan Cleveland bahkan membiarkan Lawrence dan kawan-kawan mencetak skor pada enam dari tujuh drive pertama mereka.
  • Tennessee Titans: Laga pembuka di kandang melawan New York Jets yang minim pengalaman seharusnya menjadi jadwal paling bersahabat bagi Titans. Kenyataannya, tim yang finis di dasar klasemen NFL 2025 itu tetap kesulitan. Pelatih kepala Robert Saleh kalah dari tim yang memecatnya pada 2024, dan pilihan pertama draft 2025, Cam Ward, kembali gagal meyakinkan dengan hanya 140 yard passing.

Derrick Henry, Pemain Terbaik Akhir Pekan

Running back Baltimore Ravens yang dijuluki “King Henry” oleh rekan setim dan para penggemar kembali menambah catatan megah dalam kariernya. Henry mengumpulkan 144 yard dan tiga touchdown dari 24 kali membawa bola, membantu Ravens menghancurkan Indianapolis Colts 41-23 di kandang lawan.

Penampilan itu menempatkannya di posisi ketiga daftar pencetak touchdown lari terbanyak sepanjang sejarah NFL dengan 125 touchdown, melewati nama-nama legendaris seperti Marcus Allen dan Marvin Harrison yang sudah masuk Hall of Fame. Pencapaian ini menegaskan konsistensinya sebagai salah satu running back paling produktif di era modern.

Pada usia 32 tahun, Henry terus menantang pandangan konvensional tentang posisinya. Usia tersebut jauh melampaui rata-rata masa produktif seorang running back di NFL, apalagi untuk tampil di level teratas liga seperti yang ia tunjukkan di laga pembuka musim.

Laga Terbaik: Saints Nyaris Bikin Sejarah, Lions Bertahan

Sejarah mengintai dari dua arah dalam pertandingan antara New Orleans Saints dan Detroit Lions. Saints berpeluang mencatat kemenangan comeback terbesar dalam sejarah mereka, sementara Lions terancam menorehkan kegagalan terburuk dalam sejarah waralaba setelah kehilangan keunggulan 21-0 dan berakhir imbang 24-24.

Pada akhirnya Detroit yang selamat dari kehinaan, menang 31-30 lewat perpanjangan waktu setelah umpan dua poin Tyler Shough gagal menemui sasarannya. Shough sebelumnya memaksa laga masuk ke babak tambahan lewat umpan touchdown sembilan yard kepada Juwan Johnson dengan sisa 1 menit 7 detik, sebelum Amon-Ra St Brown mencetak touchdown empat yard untuk Lions di periode ekstra.

Saints masih sempat membalas melalui umpan delapan yard Shough kepada Noah Fant, tetapi pelatih Kellen Moore memilih mengejar kemenangan ketimbang tendangan field goal penyeimbang, dan keputusan itulah yang menentukan hasil akhir. Shough sendiri menuntaskan 35 dari 56 umpan untuk 410 yard, tiga touchdown, dan dua intersepsi, dengan Chris Olave menjadi target utamanya lewat 10 tangkapan dan 182 yard. Di kubu Lions, Jahmyr Gibbs yang menyandang status running back dengan bayaran tertinggi dalam sejarah NFL tampil gemilang dengan 29 kali membawa bola, 156 yard, dan dua touchdown.

Kabar Cedera: Myles Garrett Absen, Kyler Murray Gegar Otak

Berita besar hari Minggu justru datang sebelum kickoff. Dilaporkan bahwa Myles Garrett akan absen setidaknya empat pekan ke depan karena cedera lutut yang memerlukan operasi. Pass rusher Los Angeles Rams itu ditempatkan di daftar cedera, sebuah gangguan dini pada musim pertamanya bersama Rams setelah kepindahannya dari Cleveland Browns dalam transfer besar awal tahun ini.

Garrett tampil tidak menonjol pada debutnya bersama Rams, saat tim asuhan Sean McVay kalah 27-7 dari San Francisco 49ers di Melbourne. Kehilangan pemain sekaliber dia jelas memukul lini pertahanan Rams yang dibangun untuk mengejar gelar.

Vikings kemudian mendapat pukulan serupa pada malam harinya. Quarterback utama mereka, Kyler Murray, mengalami gegar otak dalam kemenangan 39-22 atas Packers. Mantan quarterback Cardinals itu menerima hantaman keras saat berlari pada situasi third-and-seven di kuarter pertama, helmnya lepas setelah bersentuhan dengan Lukas Van Ness dan Javon Bullard. Murray akhirnya bisa berdiri dan berjalan sendiri ke ruang ganti sebelum posisinya digantikan Wentz.

Jadwal Pekan Kedua

Pekan kedua langsung menyajikan sejumlah duel menarik, termasuk pertemuan Lions dan Bills. Berikut jadwal lengkapnya menurut waktu setempat pertandingan:

  • Detroit Lions @ Buffalo Bills – Jumat dini hari, LIVE di Sky Sports NFL & Sky Sports Main Event
  • Minnesota Vikings @ Chicago Bears
  • Pittsburgh Steelers @ New England Patriots
  • Jacksonville Jaguars @ Denver Broncos
  • Washington Commanders @ Dallas Cowboys
  • Seattle Seahawks @ Arizona Cardinals
  • Indianapolis Colts @ Kansas City Chiefs – Senin dini hari
  • New York Giants @ Los Angeles Rams – Selasa dini hari

Kesimpulan

Pekan pertama musim 2026 menegaskan bahwa NFL tetap menjadi liga yang tidak pernah kekurangan drama. Josh Allen menunjukkan bahwa ia masih menjadi quarterback paling mendebarkan untuk ditonton, Bears membuktikan ledakan ofensif mereka bukan isapan jempol, dan Derrick Henry mengukir sejarah baru di usia yang tidak lagi muda bagi seorang running back.

Di sisi lain, Chargers dan Browns masih bergulat dengan masalah lama mereka, sementara Saints memperlihatkan keberanian dengan pilihan dua poin yang sayangnya berbuah pahit. Dengan jadwal pekan kedua yang tak kalah menarik, termasuk laga besar Lions melawan Bills, perjalanan menuju Super Bowl LXI di Los Angeles pada Februari 2027 baru saja dimulai dan sejumlah pertanyaan besar belum terjawab.