Bek timnas putri Wales, Mayzee Davies, mengaku absennya di Euro 2025 akibat cedera justru menjadi motivasi tambahan untuk membawa negaranya melangkah ke Piala Dunia. Pemain berusia 20 tahun itu harus menyaksikan dari luar lapangan saat Wales menjalani penampilan pertama mereka di turnamen besar sepanjang sejarah, dan kini ia bertekad tidak merasakan hal serupa untuk kedua kalinya.
Davies mengalami cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) pada lututnya ketika memperkuat Wales pada Mei 2025, cedera yang membuatnya menepi selama 13 bulan. Kini ia sudah kembali memperkuat Manchester City maupun timnas Wales, dan bersiap menghadapi Albania pada laga pertama semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027. Laga tersebut menjadi jalan Wales untuk mengamankan tiket ke Brasil.
Cedera ACL di Momen Paling Tidak Tepat
Cedera yang dialami Davies datang di waktu yang sangat buruk. Ia baru saja menembus skuad utama Wales dan sedang bersiap menjalani turnamen besar pertamanya bersama negara. Namun cedera ACL di tugas internasional memaksanya menonton Euro 2025 dari pinggir lapangan, sekaligus merenggut kesempatan tampil di momen bersejarah bagi sepak bola putri Wales.
Davies mengakui bahwa pengalaman itu sangat membekas, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Ia bahkan menyebut dampaknya terasa sampai ke lingkungan tempat tinggalnya. “Sangat berat. Rasanya menyedihkan bagi semua orang, bahkan di jalan tempat saya tinggal, ini berdampak pada kami,” ujarnya mengenang masa itu.
Ia juga menceritakan bagaimana ia saat itu baru menembus tim dan masih berusia 18 tahun ketika bersiap menuju turnamen besar pertamanya. “Saya baru saja menembus tim dan saya berusia 18 tahun menuju turnamen besar pertama saya. Itu mengerikan, dan saya rasa semua orang dekat saya merasakannya,” katanya. Menurutnya, ia baru benar-benar menyadari beratnya situasi tersebut setelah menengok ke belakang. “Saat itu saya tidak sadar seberapa buruk keadaannya sampai saya melihat ke belakang dan bertanya, bagaimana saya bisa melewati itu? Sungguh mengerikan,” tambahnya.
Comeback dan Ambisi ke Piala Dunia 2027
Setelah melewati masa pemulihan panjang, Davies kembali mengenakan seragam Wales pada dua laga terakhir kualifikasi grup pada Juni melawan Montenegro dan Republik Ceko. Kembalinya ia ke lapangan membuat tekadnya untuk tampil di Piala Dunia semakin kuat. Ia tidak ingin kembali kehilangan kesempatan merasakan atmosfer turnamen besar bersama negaranya.
Bek Manchester City itu mengungkapkan keinginannya untuk merasakan langsung bermain di putaran final bersama Wales. “Saya ingin ke Piala Dunia karena jelas saya melewatkan yang terakhir, jadi saya ingin merasakan bagaimana rasanya pergi ke turnamen besar bersama Wales,” ucapnya. Ia menilai kesempatan itu menjadi pendorong ekstra bagi dirinya setelah melewati masa-masa sulit.
Davies juga menyoroti besarnya gairah masyarakat Wales terhadap sepak bola. “Itu memberi saya motivasi ekstra. Saya suka bermain untuk Wales dan saya pikir kami memang negara yang penuh gairah,” katanya. Ia membayangkan pengalaman bermain di Piala Dunia di Brasil akan terasa luar biasa, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga keluarganya. “Terlebih lagi setelah melewati cedera, saya pikir akan terasa lebih istimewa jika kami bisa sampai ke sana,” tambahnya.
Pemulihan 13 Bulan yang Menguras Mental
Davies tidak menutupi bahwa masa pemulihan selama 13 bulan merupakan periode yang berat, baik secara fisik maupun mental. Ia sempat ragu apakah bisa kembali menjadi pesepak bola profesional. Keraguan itu muncul di titik terendah ketika ia benar-benar bergantung pada orang lain untuk hal-hal sederhana.
Ia mengenang masa setelah operasi sebagai momen yang paling menyulitkan. “Setelah operasi, saya benar-benar terjebak di sofa, saya tidak bisa melakukan apa pun sendiri,” tuturnya. Dalam kondisi itu, ia mempertanyakan masa depannya di dunia sepak bola. “Saya berpikir, bagaimana mungkin saya bisa jadi pesepak bola lagi di tahap ini?” katanya.
Meski demikian, dukungan dari orang-orang terdekat membuat proses pemulihannya berjalan lebih baik. Ia menyebut rekan setim dan keluarganya sebagai pihak yang membantunya melewati masa sulit tersebut. “Tapi saya punya orang-orang baik di sekitar saya, rekan setim, keluarga, dan kemudian keadaan membaik. Suatu hari Anda bangun dan berkata, oh, saya sudah bisa mulai berjalan lagi sekarang,” ujarnya.
Wales Pincang Jelang Duel Melawan Albania
Wales menghadapi Albania dengan skuad yang tidak lengkap. Sejumlah pemain kunci harus mundur karena cedera, termasuk Ceri Holland dan Hayley Ladd. Kondisi ini memaksa pelatih kepala Rhian Wilkinson menyesuaikan komposisi tim menjelang laga penting tersebut.
Meski begitu, Davies menegaskan bahwa timnya tidak bisa larut memikirkan pemain yang absen. Menurutnya, pemain yang ada saat ini harus memastikan setiap pendatang baru merasa menjadi bagian dari tim dan merasa dihargai. Albania sendiri berada 37 peringkat di bawah Wales dalam ranking dunia FIFA, sehingga laga ini dinilai tidak menyisakan ruang untuk alasan.
Pemenang duel ini akan melaju ke final play-off untuk menghadapi salah satu dari Rumania atau Norwegia. Davies menyampaikan pesan pelatihnya bahwa Wales tetap menghormati setiap lawan, namun laga melawan Albania berstatus wajib menang. “Kami selalu menghormati setiap lawan yang kami hadapi. Tapi ini laga yang harus dimenangkan dan kami tidak bisa terjebak memikirkan siapa yang tidak ada di sini,” kata Davies menirukan pesan Wilkinson.
Ia menambahkan bahwa seluruh pemain yang tersedia kini memiliki peran masing-masing dan harus menjalankan tugas dengan baik. “Kami harus bekerja dengan siapa yang ada sekarang, setiap orang punya perannya, dan kami harus menyelesaikan tugas ini,” tegasnya. Pernyataan itu menegaskan fokus Wales pada hasil di lapangan, bukan pada daftar pemain yang absen.
Jadwal Wales vs Albania dan Cara Menonton
Laga pertama semifinal play-off antara Albania dan Wales akan digelar di Stadion Loro Borici, Shkoder, pada Jumat, 9 Oktober, pukul 17.00 BST. Duel ini menjadi penentu awal langkah Wales menuju putaran final Piala Dunia. Laga kedua alias leg kedua dijadwalkan berlangsung di Llanelli empat hari setelahnya.
Bagi yang ingin mengikuti jalannya pertandingan, laga ini disiarkan langsung melalui BBC iPlayer, BBC Two Wales, BBC Sounds, BBC Radio Wales Extra, Radio Cymru, serta situs dan aplikasi BBC Sport. Penonton juga bisa mengakses live text commentary sepanjang pertandingan berlangsung. Dengan cakupan siaran seluas itu, laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti penggemar sepak bola putri Wales.
Perjalanan Wales di play-off ini menjadi penentu apakah ambisi Davies untuk tampil di Piala Dunia 2027 di Brasil bisa terwujud. Bagi pemain yang baru saja melewati 13 bulan pemulihan, laga melawan Albania menjadi langkah pertama yang harus dilalui sebelum bermimpi lebih jauh. Hasil di Shkoder akan menentukan seberapa besar peluang mereka bertahan di jalur menuju putaran final.
Yang jelas, cerita Davies menunjukkan bagaimana sebuah cedera bisa menjadi pukulan berat sekaligus titik balik. Dari masa-masa terjebak di sofa hingga kembali memperkuat Manchester City dan Wales, ia kini menatap laga-laga play-off dengan motivasi yang berbeda. Jika Wales mampu melewati Albania dan lawan berikutnya, pengalaman itu akan terasa jauh lebih istimewa bagi Davies dan seluruh sepak bola putri Wales.
