Jadwal Brutal Nations Championship Dikritik, Pemain Inggris Tempuh 25.000 Mil

Kritik Pedas Pemain Inggris terhadap Nations Championship

Ben Earl, pemain England rugby, melontarkan kritik tajam terhadap jadwal Nations Championship yang disebutnya “brutal” setelah timnya harus menempuh perjalanan sejauh 25.000 mil dalam waktu satu bulan. Dalam tiga pekan berturut-turut, Inggris menjalani tiga pertandingan uji coba di tiga benua berbeda, yang terbaru adalah kemenangan 31–34 atas Argentina di Santiago del Estero.

Earl menyerukan perlunya evaluasi ulang terhadap format turnamen Nations Championship ini. Menurutnya, beban perjalanan yang luar biasa berat tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mengganggu ritme latihan dan pemulihan para pemain.

Perjalanan Melelahkan Inggris di Nations Championship

Tur Juli lalu menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Steve Borthwick. Mereka terbang bolak-balik melintasi benua, total delapan kali penerbangan—empat jarak jauh dan empat jarak pendek—dalam waktu kurang dari sebulan. Akibatnya, para pemain kekurangan waktu tidur dan hanya menjalani jadwal latihan yang dikurangi demi pemulihan.

Tak hanya fisik, perbedaan zona waktu juga menjadi kendala tersendiri. Tim Inggris harus beradaptasi cepat dari satu negara ke negara lain, yang membuat kebugaran dan konsentrasi tidak maksimal. Meski demikian, Inggris berhasil meraih dua kemenangan dari tiga laga di Nations Championship, memberi mereka peluang lolos ke final perdana kompetisi ini di Allianz Stadium pada 29 November mendatang.

Dampak pada Pemain Kunci

Jadwal brutal ini sangat terasa bagi pemain-pemain Inggris yang juga menjadi bagian dari British and Irish Lions, seperti Earl, Ellis Genge, dan Ollie Chessum. Mereka baru saja menghadapi Australia pada musim panas lalu. Earl mengakui bahwa beban perjalanan menjadi topik diskusi hangat di dalam tim.

“Ini brutal, tidak ada kata lain. Kami sudah membicarakannya—kenapa tidak semua pertandingan digelar di satu negara saja? Dengan begitu, Anda tidak perlu bepergian, cukup datang ke satu tempat dan rasakan atmosfer festival. Bayangkan jika semua pertandingan Nations Championship dipusatkan di Australia, Afrika Selatan, atau negara lain, akan ada begitu banyak rugby. Betapa kerennya itu,” ujar Earl.

Alternatif Format Lebih Ramah Pemain

Earl mengusulkan agar penyelenggara Nations Championship mempertimbangkan format di mana semua pertandingan digelar di satu negara tuan rumah selama periode tertentu. Dengan begitu, pemain tidak perlu terus-menerus berpindah tempat dan bisa menikmati kompetisi dengan lebih fokus.

“Saya bukan orang yang bertugas mengambil keputusan, tapi ini sangat berat. Apalagi di akhir musim yang sudah panjang bagi kebanyakan dari kami. Pergi pulang, melihat keluarga, lalu berangkat lagi—rasanya aneh, tapi kami harus terbiasa karena ini baru permulaan,” tambahnya.

Hasil Pertandingan Inggris di Nations Championship

  • Afrika Selatan 45–21 Inggris (Johannesburg)
  • Fiji 8–73 Inggris (Liverpool)
  • Argentina 24–31 Inggris (Santiago del Estero)

Nations Championship sebagai turnamen baru memang menawarkan tontonan menarik, tetapi jadwal perjalanan yang ekstrem menjadi sorotan utama. Kritik dari para pemain seperti Ben Earl menunjukkan perlunya keseimbangan antara ambisi kompetisi dan kesejahteraan atlet. Tanpa perubahan, risiko kelelahan dan cedera bisa mengancam kualitas permainan dan daya tarik turnamen itu sendiri.